Amy and Roger’s Epic Detour ‘Perjalanan Panjang’ – Morgan Matson

 

Judul                     : Amy and Roger’s Epic Detour
Penulis                  : Morgan Matson
Penerjemah          : Nina Andiana
Penerbit                : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    :  Cetakan pertama, Juni 2014
Tebal                     : 480 halaman
Rate                      : 4.5 /5

 

Masih terlalu dini bagi Amy Curry untuk menerima fakta itu; ayahnya yang baru-baru ini meninggal karena kecelakaan mobil; Charlie—adik kembarnya—yang masuk ke panti rehab di North Carolina. Ia enggan bicara, pun kepada Julia, sahabatnya di sekolah.

Setelah melalui ujian akhir dengan sukses, ibunya sengaja merancang sebuah perjalanan darat demi menyusulnya ke Connecticut, tempatnya memulai hidup baru. Mulai dari memesan hotel, menuliskan rute, sekaligus mengiriminya buku rancangan perjalanan, Amy pun memulai perjalanannya keluar dari California. Hanya saja, ia harus menghabiskan empat hari perjalanan darat itu dengan Roger, putra Marylin Sullivan yang nyaris tak dikenalinya. Kendati dulu ketiganya—bersama dengan Charlie—kerap menghabiskan waktu bermain Spud. Tapi, hal itu kan sudah bertahun-tahun lalu.

Amy dan Roger memulai perjalanan itu sangat canggung, mengikuti setiap tips yang diberikan ibu Amy sekaligus catatan yang dimuatnya dalam scarpbook. Dari kota satu ke kota berikutnya, melalui jalanan yang ramai, sampai yang tersepi di Amerika. Lantas, di suatu perisitwa, keduanya memutuskan untuk melupakan catatan tolol itu dan memulai sebuah detour—perjalanan memutar—yang akhirnya mengantar mereka pada sebuah jalan-jalan baru untuk melanjutkan hidup.

 

“Amy and Roger’s Epic Detour” sukses mencuri perhatian saya di rak sebuah toko buku; kali ini saya memang tertarik dengan sampul depan versi terjemahannya. Sesuai dengan tema utamanya, sampulnya pun ditata semrawut, ditempelkan dengan layout yang baik sekaligus menceritakan inti dari semua poin-poin menarik yang dibahas Amy di dalam bukunya. Ada Elvis, ada beruang, ada pula catatan-catatan kecil yang tulis tipis mewarnai bagian belakang. Dan begitulah memang seorang Morgan Matson menceritakan perjalanan epik milik Amy dan Roger.

Ibarat sebuah scrapbook, ide dan cara penyajiannya sangat unik. Kendati tema trip sendiri memang sudah tidak asing jika diadapatasikan ke dalam sebuah film, seperti “Euro Trip”, “Road Trip”, dan sederet film lainnya yang memiliki embel-embel trip. Tapi, untuk sebuah buku, “Amy and Roger’s Epic Detour” bisa dibilang buku pertama yang saya baca yang memang khusus membahas sebuah road trip. Kendati memiliki latar yang sebagian besar berpusar pada jok penumpang dan kemudi, tapi Morgan Matson dapat meng-handle segalanya dengan baik. Tidak hanya disajikan dengan narasi yang luar biasa deskriptif, runut, dan enak dibaca, tetapi secara tidak langsung melalui seorang karakter Roger, ia berhasil menyisipi para pembaca tentang tips bagaimana menggelar sebuah perjalanan darat yang sangat seru. Dengan membeli snack segunung dan mengatur playlistplaylist unik, contohnya. Saya pribadi memang sangat suka dengan band indie yang memang kadang jarang berada di tangga lagu hits radio, tapi dengan begitu, saya pun sangat menikmati lembar-lembar playlist lagu milik Roger yang ditulis dengan cerkas, menyelingi pertengahan tiap bab. Dari lagu upbeat, elektronika, rock, hingga broadway, Morgan Matson memang punya selera musik yang keren, seperti seorang Roger.

Playlist Roger boleh kepalang asyik, tapi di sisi Roger, tentunya ada Amy, yang bertindak sebagai navigator, terkadang DJ (di bagian akhir buku), penumpang, dan juga adalah narator novel ini. Amy punya kepribadian yang biasa-biasa saja di awal cerita. Ia menceritakan kisah perjalanan ini dengan sangat canggung di awal, bagaimana ia memikirkan kesendiriannya di California, setelah Charlie, adik kembarnya masuk panti rehab, lalu ayahnya yang baru-baru ini meninggal, lantas ibunya pindah ke Connecticut dan seorang agen properti datang nyaris setiap hari ke rumahnya; membawa para calon pembeli. Dan ibarat sebuah scarpbook juga, Amy menceritakan solilokuinya masa lalu mirip pola teka-teki, yang secara sengaja membuat pembaca mencerna plot ganda, yaitu: menikmati perjalanannya bersama Roger dan mengetahui apa yang sesungguhnya telah terjadi pada keluarga Curry. Di samping itu juga, Amy punya banyak trauma, termasuk trauma mengemudi. Dari awal hingga akhir, saya memang lebih banyak melompati bagian flashback­-nya, kendati saya pikir, itu usaha yang baik dari Morgan Matson, bagaimana ia membuat flashback tersebut menjadi sebuah transisi dari perpindahan tempat yang dialami Amy dan Roger, tetapi seringnya, saya malah merasa flashback tersebut terasa sangat biasa dan diselingi oleh narasi yang plin-plan. Masih dijelaskan dengan sudut pandang Amy, tapi seharusnya jika di awal bagian tersebut ditulis sebagai “tiga bulan yang lalu”, “dua bulan yang lalu”, dan sebagainya. Menurut saya, seharusnya narasi Amy pun tidak pelu berkelindanan dengan narasi Amy di masa kini (kala ia menggelar perjalanan supercanggung dengan Roger) dan mungkin lebih baik kalau peristiwa semacam tersebut tidak perlu diberi keterangan di awal, alih-alih, digabung saja dengan narasi masa kini.

Terlepas dari solilokui Amy yang merangkap sebagai plot yang penuh teka-teki, “Amy and Roger’s Epic Detour” mengingatkan saya pada sebuah film Indoensia bertajuk “Tiga Hari Untuk Selamanya”, yang sama-sama membahas tentang perjalanan panjang milik dua orang. Yang awalnya bertujuan untuk berkelana dalam jangka waktu tiga hari, tetapi di pertengahan cerita, keduanya malah menggelar perjalanan memutar yang sangat jauh. Hanya saja berbeda target pasar, “Amy and Roger’s Epic Detour” dapat digolongkan buku yang sangat remaja. Dan di berberapa narasinya, saya merasakan hawa yang sedikit chicklit di mana narasinya banyak menggembar-gemborkan tentang brand-brand yang asing didengar telinga. Begitu juga dengan layouting bukunya yang sangat seru. Amy banyak menempelkan struk-struk belanjaan camilan mereka yang segunung, kunjungan mereka ke diner, dan struk check in mereka ke dalam sebuah kamar khusus berbulan madu milik pasangan Udell.

Dari keseluruhan, memang terkadang saya mendambakan adegan roman yang mendominasi di awal, tetapi dengan yang seperti pun, saya rasa Morgan Matson sudah membuat pembacanya, salah satunya saya, enggan untuk melepaskan bacaan barang sedetik pun. Bagaimana ia merancang sebuah perjalanan yang seru, sekaligus menuliskan tiap hal unik dari daerah yang dijelajahinya, membuat saya pun punya pengetahuan baru soal geografi Amerika. Dari lima, saya memberi buku ini bintang 4.5. Hanya saja poin 0.5 yang terakhir raib lantaran terjemahan yang kurang baik, terlebih di bagian miss-typed-nya yang bertebaran di mana-mana.

Advertisements

One thought on “Amy and Roger’s Epic Detour ‘Perjalanan Panjang’ – Morgan Matson

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s