The Kite Runner – Khaled Hosseini

92438491
 
 
Judul                     : The Kite Runner
Penulis                  : Khaled Hosseini
Penerjemah         : Berliani M. Ngurahani
Penerbit               : Penerbit Qanita
Terbit                    : Cetakan pertama, Agustus 2010
Tebal                     : 496 halaman
Rate                       : 5/5
 
 

“Hanya ada satu macam dosa, hanya satu. Yaitu mencuri. Dosa-dosa yang lain adalah variasi dosa itu. Kalau kau membunuh seorang pria, kau mencuri kehidupannya. Kau mencuri seorang suami dari istrinya, merampok seorang ayah dari anak-anaknya. Kalau kau menipu, kau mencirui hak seseorang untuk mendapatkan kebenaran. Kalau kau berbuat curang, kau mencuri hak seseorang untuk mendapatkan keadilan. Mengerti?”The Kite Runner, hlm. 34-35

 

Amir mencoba mengingat musim dingin yang sama di tahun 1975. Kala ia masih berusia dua belas tahun. Menghabiskan waktu di bawah naungan rumah Baba yang luas dan berlarian di padang rumput bersama Hassan, si pengejar layangan berbibir sumbing.

Hassan yang merupakan anak Hazara, telah dianggap Amir sebagai sahabat dan saudaranya. Namun, di hari itu, kala ia memenangkan kompetisi layangan mengalahkan yang lainnya, Amira teramat menyesal membiarkan Hassan mengejar layangannya untuk keseribu kali.

Amir selalu memiliki pilihan. Ketika ia mendapati Hassan yang tersudut di sebuah gang, Amir bisa melangkah masuk untuk membela sahabatnya. Tapi, di benak kecilnya, Amir malah pergi melarikan diri.

Amir telah mengkhianati Hassan. Sejauh pandangannya melirik kepergian Hassan dan Ali, rasa bersalah yang tengah mengimpit dadanya menjadi tak tertahankan. Jarak dapat diberai samudera, namun Amir selalu kehabisan kata-kata untuk memungkir. Setiap kali ia mengenang sebuah ingatan yang indah. Memori itu selalu saja berimajikan Hassan. Berlari mengejar layangan, menyusuri lembah-lembah di Kabul.

Kala itu tahun 2001, di suatu musim panas, kawan Baba yang bernama Rahim Khan menelepon dari Pakistan. Meminta Amir mengunjunginya. Seperempat sudah Amir berusaha melupakan tempat kelahirannya. Kota Kabul yang tengah diinjaknya tengah mengalami penjajahan. Mengunjungi relung yang tengah menjadi batu dan puingan tembok, Rahim Khan, yang sekarat, pun menceritakan hal sesungguhnya terjadi di antara Baba dan Hassan yang teramat disayanginya.

 
Read More »

To Kill a Mockingbird – Harper Lee

25124132
 
 
Judul                     : To Kill a Mockingbird
Penulis                  : Harper Lee
Penerjemah         : Femmy Syahrani
Penerbit               : Penerbit Qanita
Terbit                    : Cetakan pertama, September 2015
Tebal                     : 396halaman
Rate                       : 4/5
 
 

“Kau boleh menembak burung bluejay sebanyak yang kau mau, kalau bisa kena, tetapi ingat, membunuh mockingbird—sejenis murai bersuara merdu—itu dosa.”To Kill a Mockingbird, hlm. 135

 
 

Bagi Scout, keseruan hidupnya baru dimulai ketika ia hendak beranjak enam tahun—tatkala Scout dan Jem, kakak laki-lakinya, merekrut Dill sebagai anggota baru mereka. Dill adalah keponakan Bibi Rachel yang hanya tinggal di Maycomb sepanjang musim panas. Namun, di musim panas itu, Jem begitu bangga ketika menemukan anak laki-laki yang pantas untuk mengungkap rumah horor milik keluarga Radley.

Jem menantang Dill untuk memancing Boo Radley keluar dari rumah singgahnya. Boo Radley bukanlah sosok yang ramah. Dan anak-anak di Maycomb sudah tahu, kalau Boo baru akan keluar kala malam turun.

Usia enam tahun bagi Scout adalah masa ketika ia bisa bermain dengan kakak laki-lakinya dan laki-laki yang baru saja ‘melamar’-nya. Tapi, keadaan serta-merta berubah ketika Atticus Finch, sang ayah, ditunjuk oleh Hakim Taylor untuk membela seorang berkulit hitam bernama Tom Robinson, yang mana pada zamannya kaum berkulit warna selalu dianggap sebagai sampah masyarakat.

Scout tak pernah mengerti mengapa para teman dan kerabat memanggilnya dengan sebutan “pencinta nigger”. Hingga kala dirinya, Scout dan Dill menyelinap ke ruang pengadilan dan menyaksikan hal yang sesungguhnya terjadi.

 
 
Read More »

[Blogtour & Review] Tiger On My Bed – Christian Simamora

7060455604f9acd0ebeff560f8dfb54d
 
 
Judul                     : Tiger On My Bed (#VIMANASINGLES book 1)
Penulis                 : Christian Simamora
Penerbit              : Twigora
Terbit                    : Cetakan pertama, Desember 2015
Tebal                     : 403 halaman
Harga                   : Rp 88.800
Genre                  : Contemporary Romance
 
 

“UNTUK MENARIK PERHATIAN LAWAN JENISNYA,

HARIMAU BETINA BISA MERAUNG SAMPAI 69 KALI SELAMA 15 MENIT.”

Jai harus mengakui, Talita Koum Vimana membuatnya sangat penasaran. Dia duduk di pangkuan Jai, membuai dengan suara tawanya, dan bahkan tanpa ragu mengkritik kemampuannya merayu lawan jenis. Hebatnya lagi, semuanya terjadi bahkan sebelum Jai resmi berkenalan dengan Tal.

“SELAYAKNYA TARIAN,

HARIMAU JANTAN DAN BETINA MELAKUKAN KONTAK FISIK SATU SAMA LAIN, DISERTAI SUARA RAUNGAN DAN GERAMAN.”

Jujur saja, alasan utama Tal mendekati Jai justru karena dia sama sekali bukan tipe idealnya. Dia dipilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik buat diajak make out.

Jenis yang bisa dengan gampang ditinggalkan tanpa harus merasa bersalah.

“TAHUKAH KAMU, SETELAH PROSES KAWIN SELESAI,

HARIMAU JANTAN SELALU MENINGGALKAN BETINANYA?”

Tiger arrangement, begitu keduanya menyebut hubungan mereka.

Dan ketika salah satu pihak terpikir untuk berhenti, pihak lain tak boleh merasa keberatan.

Jai dan Tal menikmati sekali hubungan kasual ini. Tak ada tanggung jawab, tak ada penyesalan… sampai salah satu dari mereka jatuh cinta.

Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA

 

They cheat because they can. Kemungkinan besar mantan tunangan lo ini juga ada di kategori yang sama. Jadi, kalau lo masih terpikir untuk menyalahkan diri sendiri atas kegagalan hubungan kalian, gue sarakan sih jangan. Justru sebaliknya, lo harusnya bersyukur bisa melihat muka dia yang sebenarnya justru sebelum kalian menikah. Kebayang nggak kayak apa fucked up-nya kalau kalian terus berlanjut ke pelaminan?” Tiger On My Bed, hlm. 244

 

Mulanya Tal pikir akan semudah itu melupakan Rizal, tapi nyatanya, pria brengsek itu masih saja tersangkut di dalam hatinya. Bahkan ketika Fika dan Yana menantang Tal untuk memamerkan foto keduanya di acara Beautypaint Launching Party, Tal tak kuasa menyembunyikan air matanya.

Tal takut jatuh cinta. Baru satu bulan lalu ia kecewa, tak lantas etis bila langsung mencari pasangan baru. Namun, siapa bilang Tal perlu pria baru di dalam kehidupannya? Ia hanya perlu bahan pelampiasan. Sekali pakai, lalu … lupakan, seperti yang diidekan Fika.

Dan rasa menggelitik itu pun mendarat di pangkuan Jai Birksted, cowok blasteran Denmark-Indonesia, yang kala itu tengah digoda Ariana, perempuan kegatelan nomor satu di konter bar. Anggap saja hari itu hari keberuntungan Jai. Tiba-tiba saja seseorang menduduki pangkuannya dan mencium bibirnya sekilas hingga Ariana tak jadi mendekat.

Tal nekat untuk bertindak agresif. Baginya, Jai pasangan yang tepat untuk diajak one night stand. Bukan tipe idealnya, hanya enak dipandang, dan sepertinya asyik untuk digiring ke kamar.

Hingga keduanya menyebut perjanjian mereka sebagai tiger arrangement, selayaknya harimau jantan yang selalu meninggalkan pasangannya, jika salah satu dari mereka terpikir untuk berhenti, pihak lain pun mau tak mau harus setuju. Dan semuanya berjalan sesuai rencana, tak ada tanggung jawab, tak ada penyesalan. Sampai satu di antara mereka mulai memiliki ‘rasa’ dan mencoba menyangkal, Tal pun kembali mempertanyakan ketakutan terbesar di dalam hidupnya.

Read More »

A Thousand Miles in Broken Slippers – Rosi L. Simamora

e85fccbdde95d3e643357a34f85e3a65
 
 
Judul                     : A Thousand Miles in Broken Slippers
Penulis                 : Rosi L. Simamora
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Januari 2016
Tebal                     : 210 halaman
Rate                       : 4.5 / 5
 
 

“Jangan biarkan sandalmu menentukan jati dirimu, Dong. Jangan pernah merasa malu ke sekolah hanya mengenakan sandal dan lungusran yang sudah pudar putihnya. Hanya ada satu cara untuk memperbaiki takdirmu—sekolah. Timbalah ilmu setinggi mungkin, Nak.”A Thousand Miles in Broken Slippers, hlm. 187

 

Ia dipanggil Dong. Dilahirkan di Bolinao, salah satu kota paling miskin di wilayah utara Filipina. Lahir di tengah keluarga yang tidak berada, membuatnya harus bekerja keras mencari nafkah. Di umur delapan tahun, bersama dengan Rabbit Boys lainnya ia mengejar bus kotor demi dapat mencucinya dengan upah sepuluh peso (yang setara dengan dua ribu rupiah).

Masa kecil Dong begitu getir. Sebagaimana anak seumurnya pergi bersekolah, ia pun pergi dengan beralaskan sandal jepit dan seragam menguning, bekas lungsuran orang lain. Ma’m Violetta gurunya sering sekali memergokinya menghabiskan waktu istirahat di dalam perpustakaan, bukan serta-merta gemar membaca, tapi karena ia tak memiliki uang untuk membeli makanan.

Hidup Dong yang sulit sesungguhnya telah berasal dari rahim ibunya. Berkali-kali Nila, sang ibu, berniat menggugurkan kandungan. Tapi, Dong malah lahir dengan selamat. Dong kecil sudah menjadi akar permasalahan semuanya. Para saudara boleh mengejeknya dengan sebutan anak haram, tapi Erning, sang ayah, malah menyayangi Dong seperti buah hatinya sendiri.

Bagi Dong, Erning adalah segalanya. Ayah yang membuatnya berani untuk bermimpi. Melalui nasihat Erning, Dong selalu berusaha menjadi yang terpandai. Tidak hanya di bidang akademis, tapi menang di berbagai kompetisi.

Mulai dari sebuah buku yang ia intip di perpusatakaan sekolah, mimpi Dong selalu sederhana. Ia ingin menjadi yang berhasil di dalam keluarganya.

 

“Jadi, itukah alasanmu memburu Paris dan Eiffel?” ada nada mengerti dalam suara Ma’am Pamintuan, “Karena kau ingin meninggalkan tempat ini, dan Eiffel adalah lambang keberhasilanmu…” A Thousand Miles in Broken Slippers, hlm. 12

 
 
Read More »

9 dari Nadira – Leila S. Chudori

9-dari-nadira
 
 
Judul                     : 9 dari Nadira
Penulis                 : Leila S. Chudori
Penerbit              : Kepustakaan Populer Gramedia
Terbit                    : Cetakan pertama, Oktober 2009
Tebal                     : 270 halaman
Rate                       : 4.5 / 5
 
 

“Jakarta tidak memiliki seikat seruni. Tetapi, aku akan mencarinya sampai ke ujung dunia, agar ibu bisa mengatupkan matanya dengan tenang.”Mencari Seikat Seruni, “9 dari Nadira”

 

 

Dua tahun bekerja sebagai jurnalis surat kabar Tera, Nadira dikenal sebagai sosok yang begitu dikagumi di kantornya. Ia cerdas, pemikirannya selalu brilian, dan juga hobinya yang terlampau hemat kata.Namun, pagi itu semua orang bergunjing, teman-teman kantornya, atasannya, begitu juga dengan Jakarta. Tidak ada seorang pun yang tahu, apa alasan ibu Nadira, Kemala Yunus, mengakhiri hidupnya.

Kemala bukan orang sembarangan, menurut Nadira. Ibunya selalu dikenal sebagai perempuan yang berani, melangkahi pemikiran kolot dari para mertua, dan berpikiran bebas. Tapi, sekali lagi pertanyaan itu menyembul, apa yang sesungguhnya terbersit di benak Kemala?

Semenjak kematian Kemala, Nadira pun berubah. Tak hanya Nadira, tetapi keluarga Suwandi. Tidak ada pemikiran mudah untuk dicerna. Selalu saja kerumitan dan kepelikan yang berkelindan di sekitar mereka.

 

  1. Mencari Seikat Seruni
  2. Nina dan Nadira
  3. Melukis Langit
  4. Tasbih
  5. Ciuman Terpanjang
  6. Kirana
  7. Sebilah Pisau
  8. Utara Bayu
  9. At Pedder Bay

 
 
Read More »

Falling – Rina Suryakusuma

9c9b6f0bf1eddaef945e70858a6c740d
 
 
Judul                     : Falling
Penulis                 : Rina Suryakusuma
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Maret 2015
Tebal                     : 320 halaman
Rate                       : 4 / 5
 
 

“Aku tidak menyesal dilahirkan berbeda. Aku cinta setiap jengkal kehidupanku kini. Kalau ada yang kusesalkan, itu hanya satu. Aku terlambat mengenal kamu.” –Falling, hlm. 214-215

 
 

Semuanya akan berlangsung dalam hitungan bulan. Carly dan Seth sudah mempersiapkan semuanya. Mulai dari memilih gedung untuk resepsi pernikahan mereka, suvenir-suvenir lantas mencicipi satu per satu makanan yang akan dihidangkan. Namun, kian lama Carly menjalani rutinitasnya, hatinya kian merasa gundah.

Sebagai salah satu karyawan ODP (Organizational Development Program) angkatan kedua, Carly mungkin bukan orang yang beruntung. Mentor barunya—Maggie—memiliki karier sukses dan etos kerja yang melebihi karyawan lainnya. Sikapnya dingin dan tidak tanggung-tanggung menegur bawahan dengan kalimat pedas.

Pertemuan Carly dan Maggie tidak menuai impresi yang baik. Selain kerjaan yang luar biasa menumpuk, Carly tak lagi memiliki waktu bersama Seth. Maggie memang orang yang kejam saat berkata-kata. Namun, malam itu, ketika Carly diam-diam mencuri dengar pembicaraan telepon atasannya dengan seseorang. Carly tahu, Maggie punya sisi lain, hal yang orang lain tak pernah tahu, namun membuat dirinya selalu berdebar-debar.
 
 

Read More »

[Blogtour & Giveaway] 100 Days – Nathalia Theodora

90eea62a43df364ae6952e3a7f009942
 
 
Judul                     : 100 Days
Penulis                 : Nathalia Theodora
Penerbit              : Grasindo
Terbit                    : Cetakan pertama, November 2015
Tebal                     : 146 halaman
 
 

“Aku sudah mencintainya nyaris seumur hidupku. Meski selalu ditolak mentah-mentah olehnya, tapi aku begitu setia padanya. Aku tidak pernah mencitai laki-laki lain selain dia.”100 Days, hlm. 3

 

Ayah Ji-Hye tidak punya pilihan lain selain meninggalkan rumah kontrakan milik mereka. Lantaran terbelit hutang, ia memutuskan untuk bekerja pada Dae-Woon dan menitipkan putrinya kepada Park Tae-Joon. Ji-Hye mungkin bisa merasa gembira lantaran dapat tinggal seatap dengan pria yang ia cintai. Tapi, tidak dengan Park Tae-Joon yang selalu membencinya.Namun, Ji-Hye sama sekali tidak menyerah. Dengan berbekal tekad yang kuat, ia mengatur strategi yang diberinya nama: Strategi Seratus Hari, yang mana Park Tae-Joon harus berpacaran dengan dirinya dan Ji-Hye akan membuat Tae-Joon jatuh hati dalam seratus hari. Jika gagal, maka Tae-Joon boleh meninggalkannya dan ia pun akan menghilang dari kehidupan laki-laki itu.

Sekalipun merasa jengkel, Tae-Joon menerima tawaran itu. Ji-Hye yang sedikit antusias, tak menyangka kalau Shin Min-Ah—mantan pacar Tae-Joon—malahan muncul kembali dan menghancurkan harapannya. Melirik Tae-Joon, ia ragu, apakah strategi miliknya akan berhasil? Dan bagaimana dengan kata-kata Kim Dae-Won yang berengsek itu? Ia bilang, Ji-Hye tidak tahu apa-apa tentang hubungan ayahnya dengan ibu Tae-Joon.

Read More »

Cheeky Romance – Kim Eun Jeong

37bb1fb06378e3eb823466c09581b24c
 
 
Judul                     : Cheeky Romance
Penulis                  : Kim Eun Jeong
Penerjemah         : Putu Pramania Adnyana
Penerbit               : Penerbit Haru
Terbit                    : Cetakan kedua, November 2012
Tebal                     : 450 halaman
Rate                       : 4/5
 
 

“Pada dasarnya, dulu manusia hidup di masyarakat matriarkal. Berbeda dengan makhluk hidup lainnya, banyak wanita yang meninggal karena melahirkan anak sehingga para lelaki harus melindungi wanita demi memenuhi kebutuhan reproduksi mereka. Oleh sebab itu, wanita yang memegang kuasa, Seiring berjalannya waktu, karena alasan perbedaan dan kekutatan fisik laki-laki dan perempuan, posisi perempuan memang sempat ditekan kembali, tetapi sepertinya sekarang sudah tidak lagi ya?”Cheeky Romance, hlm. 14

 
 

Kang Hee Jae memang keterlaluan, geram Yoo Chae dalam hati. Laki-laki tukang selingkuh. Dan sekarang ia pura-pura tidak tahu. Akibat tidak sanggup meredam amarah, Yoo Chae yang gegabah malah mengunggah omelannya di situs jejaring kantor. Maksudnya memang tidak begitu, tapi siapa sangka saat ia berusaha menghapus kata-kata itu, komputer menjadi hang dan satu kantor berita malah tahu hubungannya dengan presenter bernama Kang Hee Jae.

Di lain sisi, So Yoon Pyo tak ingin disanjung-sanjung sebagai dokter unggulan pada prodi tempatnya bekerja. Menjadi seorang dokter kandungan memang tidak mudah. Kasus demi kasus yang ia tangani semakin aneh. Hingga hari itu ia bertemu dengan seorang wanita hamil di ruang tunggu. Menggenggam telepon sembari memaki-maki tidak berniat menghapus bayi dari kandungannya.

Setelah tak sengaja mencuri dengar, siapa sangka Yoon Pyo malah memergoki perempuan yang sama di sebuah restoran. Yoo Chae yang bertugas sebagai reporter, tengah melahap bubur kacang merah dan ikan fugu dengan bersemangat. Apa ia tidak tahu kalau kacang merah dan ikan fugu tidak boleh dikonsumi oleh wanita hamil? Yoon Pyo sempat awas, namun perempuan sinting itu malah kian bertingkah. Apalagi saat ia menenggak gelas alkoholnya yang kedua. Ini sama sekali tidak bisa dibiarkan.

Yoo Chae amat terkejut saat laki-laki gila itu tiba-tiba saja menyambar acara kuliner miliknya.  Meneriaki Yoo Chae sebagai ibu hamil di depan kamera yang menyiarkan acara teve ke seluruh pelosok negeri. Acara live berlangsung tanpa jeda. Dan sekarang, apa yang harus ia katakan pada keluarganya? Ia tidak hamil, begitu? Nama baiknya terlanjur rusak di mata media.
 
 

Read More »

Me Before You ‘Sebelum Mengenalmu’ – Jojo Moyes


 
 
Judul                     : Me Before You ‘Sebelum Mengenalmu’ (Me Before You #1)
Penulis                  : Jojo Moyes
Penerjemah         : Tanti Lesmana
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Mei 2013
Tebal                     : 656 halaman
Rate                       : 5/5
 
 

“Kalau kita dilontarkan ke dalam kehidupan yang sama sekali baru—atau setidaknya didorong kuat-kuat ke dalam kehidupan orang lain, sehingga ibaratnya wajah kita menempel di jendela mereka—kita jadi terpaksa berpikir ulang tentang siapa diri kita sebenarnya. Atau seperti apa kita kelihatan di mata orang-orang lain.” –Me Before You ‘Sebelum Mengenalmu’, hlm. 104

 

Lou Clark gadis yang cerdas, cekatan, dan selalu membawa kebahagiaan. Sayangnya, nasib Lou tidak semujur yang ia bayangkan. Di tengah krisis finansial yang tengah menimpa keluarga. Rumah sempit keluarga Clark kini semakin ramai bergunjing, terlebih ketika Lou pulang dan membawa kabar, kalau kafe tempatnya bekerja baru saja ditutup. Ia diberi pesangon yang cukup besar, tapi tidak cukup jika harus membiayai keluargannya.

Pekerjaan menjadi perawat pribadi mungkin tidak terlalu sulit, pikir Treena—adik perempuan Lou, sewaktu kakak perempuannya frustasi mencari pekerjaan di Bursa Tenaga Kerja. Lou tak pernah mengikuti wawancara kerja. Namun, Camilla Traynor agaknya bukan majikan yang ramah. Ia hanya perlu seseorang yang ceria untuk menjaga anak laki-laki yang mengalami quadriplegia.

Will Traynor pria yang amat murung. Setelah mengalami kecelakaan motor. Hidupnya hanya dihabiskan di atas kursi roda. Kecatatan fisiknya amat parah, pun mentalnya yang tak lagi punya semangat untuk melanjutkan hidup.

Lou bertemu Will keesokan harinya setelah Camilla Traynor setuju memperkerjakan perempuan itu untuk menjaga putranya. Perjumpaan mereka tidak mulus. Will selalu menutup diri. Bahkan tak pernah mengacuhkan keberadaannya. Namun, di balik rasa dongkolnya, Lou selalu mencoba mengerti, jika ia berada di posisi Will, pastinya ia akan bersikap sama, mengutuk segala hal untuk mengobati rasa sakit yang tak pernah kunjung reda.

Di saat Will mulai membuka diri, Lou tahu, ia tak sepatutnya mencuri dengar pembicaraan keluarga Traynor. Perutnya bergejolak mendengar keputusan Will Traynor yang melibatkan Dignitas. Kini, Lou hanya punya enam bulan untuk membujuk laki-laki itu agar tetap bersamanya.
 
 

Read More »

Critical Eleven – Ika Natassa


 
 
Judul                     : Critical Eleven
Penulis                 : Ika Natassa
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Agustus 2015
Tebal                     : 344 halaman
Rate                       : 4.5 / 5
 
 

“Jakarta itu labyrinth of discontent. Dan semua orang, termasuk aku dan kamu, setiap hari berusaha untuk keluar dari labirin itu. The funny thing is, ketika kita hampir berhasil menemukan pintu keluar labirin ini tapi malah ketemu hambatan lagi, pulling us back into the labyrinth, Kita justru senang karena nggak perlu tiba di titik nyaman. It’s the hustle and bustle of this city that we live for. Comfort zone is boring, right?” –Critical Eleven, hlm. 11

 
 

Masih teringat di benak Anya ketika pertama kali bertemu Ale di sebuah penerbangan menuju Sydney. Mereka duduk bersebelahan. Dan tanpa sadar, Anya tertidur, menumpang bahu pria asing di sebelahnya selama tiga jam. Saat bertemu dengan Ale, Anya tahu, he’s the one. Satu-satunya pria yang membuatnya nyaman mengobrol panjang lebar. Pun dengan Ale, yang terpukau dengan kecantikan dan kepandaian Anya.

Tidak perlu lama-lama pacaran, Ale melamar Anya di jok belakang mobil. Walau Anya tahu, peretemuannya dengan Ale memang tidak biasa. Hanya tipe meet-cute yang kerap terjadi di rom com. Namun, hubungan mereka sudah kepalang sempurna.

Setelah lima tahun bersama, Anya dan Ale nyatanya tidak baik-baik saja. Anya yang tadinya gemar tertawa menjadi muram dan gemar menyendiri. Di balik pilihan-pilihan yang pernah ia ambil, benaknya kembali mempertanyakan masa lalu; menduduki jok penumpang di pesawat Jakarta-Sydney.

Lantas, apakah pilihan mereka benar-benar tepat?
 
 

Read More »