The Seven Good Years – Etgar Keret

31186945
 
 
Judul                     : The Seven Good Years
Penulis                  : Etgar Keret
Penerjemah         : Ade Kumalasari
Penerbit               : Bentang Pustaka
Terbit                    : Cetakan pertama, Juni 2016
Tebal                     : 198 halaman
Rate                       : 5/5
 
 

Sebagai mana nama Etgar Keret kian terkenal, kini ia ingin berbagi mengenai hidupnya sebagai seorang ayah yang tinggal di kawasan penuh konflik. Mulai hari pertama ketika ia menemani sang istri melahirkan di rumah sakit, rupanya tak sengaja ia malah bertemu dengan seorang wartawan yang tengah meliput korban bom massal. Etgar sempat dikiranya sebagai salah seorang kerabat korban yang selamat.

Wartawan jelas menjadi kecewa saat Etgar berbicara mengapa ia berdiri di lorong rumah sakit kala itu. Namun, celotehan Etgar mengenai keadaan negerinya tak berhenti sampai di sana. Sebagai seorang Yahudi yang tinggal di tanah Israel, Etgar selalu dapat menambahkan sedikit humor di tengah kisah hidupnya yang penuh konflik dan perang politik.

Seperti yang dikatakan Eka Kurniawan di pengantarnya pada buku ini, kendati penuh dengan aral dan rintangan, tapi Etgar malah menamai memoarnya dengan nama “Seven Good Years”. Sebuah titel bermakna positif menurut versinya sendiri.

Lantas, bagaimana jungkir balik Etgar Keret dalam menghadapi setiap permasalahan dan tingkah jenaka dari Lev, anak laki-lakinya?

 

Read More »

[Review & Giveaway] Honeymoon for Sophie – Retha

3df427f07ee0261f94dd89389debc417
 
 
Judul                     : Honeymoon for Sophie
Penulis                 : Retha
Penerbit              : Bhuana Ilmu Populer
Terbit                    : Cetakan pertama, Maret 2016
Tebal                     : 264 halaman
 
 

“Aku benci ditanyakan hal-hal seperti ini. Waktu masih kuliah ditanya kapan lulus, udah lulus ditanya kapan kerja, udah kerja ditanya kerja di mana, udah kerja ditanya kapan nikah. Hidup selalu penuh tanda tanya.” –Honeymoon for Sophie, hlm. 43

 

Mona tidak habis pikir dengan Sophie. Baru saja mengenal seorang chef, adiknya yang manja itu ingin lekas-lekas menikah. Bagi Sophie, Maxi adalah orang yang romantis dan tahu cara memperlakukan dirinya. Dan ia tak sabar menunggu hari besar itu. Berbeda dengan Mona dan seluruh anggota keluarganya, siapa Maxi? Tidak jelas orangtuanya, tidak jelas perawakannya, tidak jelas juga latar belakang kehidupannya.

Bukannya Mona nyinyir, tapi itu demi kebaikan hidup Sophie. Ia tak ingin adik perempuan satu-satunya menikah dengan pria asing. Sementara sang ibu selalu merayunya untuk cepat-cepat menikah. Bagi keluarga Mona, 30 adalah angka kematian.

Mona tidak punya keinginan yang muluk-muluk. Ia benci dipertanyakan, benci mengingat kenangan cintanya yang pahit, dan satu lagi … Mona amat sangat membenci Bozilla, atasannya yang menurutnya, titisan Gozilla. Bagaimana tidak, Adrian si Bozilla adalah orang yang paling tidak pengertian. Menyuruhnya lembur. Dan selalu saja memintanya mengerjakan ini-itu.

Lantaran kesal, Mona sering sekali membalaskan dendamnya kepada ikan-ikan Adrian, menyirami akuarium dengan air soda, memberinya terlalu banyak makanan. Sampai ikan-ikan itu mati dan tiba-tiba saja Adrian berubah. Adrian jadi serba perhatian dan ingin mengenal barahannya, apa yang sebenarnya merasuki Adrian?

Read More »

The Rosie Project – Graeme Simsion

d04e0d67559e1b071e808c00a659dab5
 
 
Judul                     : The Rosie Project (Don Tillman #1)
Penulis                  : Graeme Simsion
Penerjemah         : Dharmawati
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Oktober 2015
Tebal                     : 368 halaman
Rate                       : 4/5
 
 

“Perhatikan emosi-emosimu selain logikamu. Emosi memiliki logika sendiri. Dan berusahalah untuk mengalir bersama suasana.”The Rosie Project, hlm. 226

 

39 tahun, berpenampilan menarik, dan punya catatan rekor gemilang dalam karier akademis. Don Till, seorang profesor genetika, berusaha mencari perempuan yang tepat untuk dinikahi. Setelah mencoba beberapa kali dengan perantara kencan buta. Don Tillman membikin teorinya sendiri. Merancang sebuah proyek bernama Proyek Istri. Cara kerjanya sangat mudah. Proyek Istri berisikan survei ilmiah mendetail sehingga mampu mendeteksi gaya hidup dan perangai hidup seseorang yang sesuai sebagai mitra hidup Don.

Lantaran Don amat serius dengan Proyek Istri, ia meminta bantuan kepada Gene, koleganya yang merupakan profesor psikologi. Gene yang menganut pernikahan terbuka bersama dengan istrinya, Claudia, tak ayal mempertemukan Don dengan seorang perempuan.

Berambut merah terang dan mahasiswa PhD bidang psikologi, penampian Rosie tak kalah menarik. Tapi tak dinyana, Rosie bukanlah tipe perempuan yang Don cari. Semuanya serba-berkebalikan, bagaimana tidak, Rosie adalah seorang perokok. Dan yang paling Don benci, perempuan itu selalu datang terlambat dan seorang vegetarian.

Rosie bukan tipikal perempuan yang dicari Don, tapi perempuan itu tanpa sangka mengusik hatinya. Impikasinya mudah: 1) bagi Proyek Istri, Rosie dapat berfungsi sebagai kelompok kontrol, 2) kandidat terpilih pun belum ditemukan, 3) Don pun tergerak membantu perempuan itu melaksanakan Proyek Ayah untuk menemukan ayah biologisnya.

 

Read More »

A Man Called Ove – Fredrik Backman

28916932
 
 
Judul                     : A Man Called Ove
Penulis                  : Fredrik Backman
Penerjemah         : Ingrid Nimpoeno
Penerbit               : Penerbit Noura Books
Terbit                    : Cetakan pertama, Januari 2016
Tebal                     : 440 halaman
Rate                       : 4/5
 
 

“Kita merasa gentar terhadap kematian, tapi sebagian besar dari kita merasa paling takut jika kematian itu membawa pergi orang lain. Sebab yang selalu menjadi ketakutan terbesar adalah jika kematian itu melewatkan kita. Dan meninggalkan kita di sana sendirian.”A Man Called Ove, hlm. 425

 

Laki-laki tua itu bernama Ove. Bukan tipe yang romantis. Bukan juga tipe yang ramah. Jika seseorang berani membawa mobil mereka ke depan plang dilarang parkirnya, ia tak segan-segan menegur. Apalagi mengadakan pertikaian besar tentang melanggar sebuah aturan.

Seumur hidup Ove percaya akan idealismenya. Ia tak perlu opini orang lain, tak perlu juga apresiasi yang menjadikannya terkenal. Biar saja ditemani mobil keluaran Saab. Toh yang ia cintai selama ini hanya kebenaran, mobilnya, dan Sonja.

Hanya Sonja seorang yang berhasil membuat Ove luluh. Sonja bukan saja cantik. Perempuan itu mencintai buku-buku dan menyayangi suaminya yang tegas tapi penuh kejujuran. Sonja dan Ove bagaikan kutub magnet yang berbeda, yang satu berwarna, sedangkan Ove hanyalah laki-laki hitam-putih yang sederhana.

Para tetangga sering mengecap Ove sebagai pria pemarah, tetapi bagaimana dengan dulu? Apakah perangainya memang seperti itu?

 
 
Read More »

The Martian ‘Si Penghuni Mars’ – Andy Weir

e42232f64e088a2015dc757693edf128
 
 
Judul                     : The Martian ‘Si Penghuni Mars’
Penulis                  : Andy Weir
Penerjemah         : Rosemary Kesauly
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Desember 2015
Tebal                     : 528 halaman
Rate                       : 5/5
 
 

“Ancaman terbesar tentunya kehilangan harapan. Kalau Mark memutuskan dia tidak punya harapan untuk bertahan, dia akan berhenti berusaha.”The Martian ‘Si Penghuni Mars’, hlm. 137

 

 

Mark Watney terbangun di Sol 6 dengan antena yang tertancap di perut. Sakitnya bukan main. Ia masuk ke dalam Hab, nyatanya para teman sejawat sudah meninggalkannya sendirian. Enam hari yang lalu, seharusnya mereka berenam. Namun, ketika terjadi badai pasir, Lewis—sang komandan kapal—mengira dirinya sudah mati.

Mark benar-benar seorang diri. Hubungan komunikasi ke bumi terputus, begitu juga dengan persediaan makanan yang menipis. Dari seluruh rangkaian misi perjalanan yang ada, ia hanya akan hidup beberapa bulan di Mars. Dan toh akhirnya ia akan mati juga, tanpa seorang pun tahu tentang keberadaannya.

Namun, Mark tidak menyerah. Dengan kecerdasannya dalam bidang botani dan selera humornya yang kelewat tinggi, Mark memulai misi pribadinya untuk bertahan hidup.

Hidup di planet lain memang sulit, Mars yang awalnya mudah ditebak, nyatanya menyimpan banyak pertanyaan sekaligus kejutan. Bahkan di saat Mark sudah menemukan jaringan untuk membangun komunikasi ke bumi, Airlock 1 yang ia fungsikan melindungi tanaman kentangnya meledak lantaran mal-fungsi.

 
 
Read More »

[Blogtour & Review] Meet Lame – Christian Simamora

Cover-Meet-Lame

 

Judul                     : Meet Lame
Penulis                 : Christian Simamora
Penerbit              : Twigora
Terbit                    : Cetakan pertama, November 2015
Tebal                     : 296 halaman
Harga                   : Rp 73.000
Genre                  : Contemporary Romance
ISBN                   : 978-602-703-624-6

 

Saat ini, aku sedang terlibat perasaan dengan dua orang cowok sekaligus.

JANIEL…

Bahkan sampai detik ini pun, Janiel masih belum ada tanda-tanda ngeh mengenai betapa patah hatinya aku karenanya. Yah, aku memang nggak ada rencana untuk memberi tahu sih—buat apa juga? Memangnya situasi bakal berubah? Memangnya Janiel punya perasaan terpendam juga padaku sehingga pernyataan cintaku itu mendorongnya untuk memutuskan Putri dan memacariku?

DANIEL…

Di hari perpisahan itu, aku melakukan sesuatu yang percuma juga untuk aku sesali. Daniel Kelvin Vincensius—itu nama panjangnya—mencuri ciuman dan keperawananku pada hari yang sama. Meninggalkan Indonesia beberapa jam kemudian. Membiarkan aku bertanya-tanya tentang arti kebersamaan singkat itu selama bertahun-tahun… sampai akhirnya aku capek sendiri.

JANIEL atau DANIEL?

Atau lebih baik nggak dua-duanya saja? Aku lagi nggak kepengen bermain-main dengan perasaan dan kebahagiaanku sendiri. Apalagi karena kamu dan aku sama-sama tahu: love hurts, love gives you pain.

You know what… FUCK LOVE! Maybe this is for the best. Sekian dan terima kasih.

Tertanda,

 

 

AKU YANG LAGI STRES SENDIRI

 

 Read More »

Critical Eleven – Ika Natassa


 
 
Judul                     : Critical Eleven
Penulis                 : Ika Natassa
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Agustus 2015
Tebal                     : 344 halaman
Rate                       : 4.5 / 5
 
 

“Jakarta itu labyrinth of discontent. Dan semua orang, termasuk aku dan kamu, setiap hari berusaha untuk keluar dari labirin itu. The funny thing is, ketika kita hampir berhasil menemukan pintu keluar labirin ini tapi malah ketemu hambatan lagi, pulling us back into the labyrinth, Kita justru senang karena nggak perlu tiba di titik nyaman. It’s the hustle and bustle of this city that we live for. Comfort zone is boring, right?” –Critical Eleven, hlm. 11

 
 

Masih teringat di benak Anya ketika pertama kali bertemu Ale di sebuah penerbangan menuju Sydney. Mereka duduk bersebelahan. Dan tanpa sadar, Anya tertidur, menumpang bahu pria asing di sebelahnya selama tiga jam. Saat bertemu dengan Ale, Anya tahu, he’s the one. Satu-satunya pria yang membuatnya nyaman mengobrol panjang lebar. Pun dengan Ale, yang terpukau dengan kecantikan dan kepandaian Anya.

Tidak perlu lama-lama pacaran, Ale melamar Anya di jok belakang mobil. Walau Anya tahu, peretemuannya dengan Ale memang tidak biasa. Hanya tipe meet-cute yang kerap terjadi di rom com. Namun, hubungan mereka sudah kepalang sempurna.

Setelah lima tahun bersama, Anya dan Ale nyatanya tidak baik-baik saja. Anya yang tadinya gemar tertawa menjadi muram dan gemar menyendiri. Di balik pilihan-pilihan yang pernah ia ambil, benaknya kembali mempertanyakan masa lalu; menduduki jok penumpang di pesawat Jakarta-Sydney.

Lantas, apakah pilihan mereka benar-benar tepat?
 
 

Read More »