Girl Meets Boy – Winna Efendi


 
 
Judul                     : Girl Meets Boy
Penulis                 : Winna Efendi
Penerbit              : Gagasmedia
Terbit                    : Cetakan pertama, September 2015
Tebal                     : 392 halaman
Rate                       : 3.5 / 5
 
 

Keindahan mimpi bisa bikin kita larut di dalamnya, sampai titik saat ia bisa menghancurkan. Kenapa kita harus memaksakan mimpi? Kenapa kita bersikeras hanya mengejar satu mimpi? Kenapa nggak membiarkan masa depan terbentang bebas, membawa kita ke mana pun kita mau pergi, kalau kita cukup berani untuk menghadapinya?”Girl Meets Boy, hlm. 264

 

Ava menemukan buku harian Rae sebelum ia pindah ke Alistaire School of Performing Arts and Music. Dengan berbekal catatan harian milik kakak perempuannya, Ava menelusuri lorong-lorong sekolah bergaya Eropa yang pernah menjadi dunia Rae. Rae mungkin telah tiada. Tetapi, nama Tirtadirga yang selalu menempel di belakang namanya tak ayal membuat Ava langsung dikenal.

Rae orang yang selalu ceria. Gemilang. Baik prestasinya dalam menyanyi maupun menari. Di mata Ava, Rae adalah seseorang yang sempurna. Sebaliknya, Ava bukan pribadi yang riang. Gaya berpakaiannya tidak menarik mata. Kasual. Dan begitu sederhana. Ia tak banyak bicara dan tidak percaya diri.

Memasuki dunia Rae, Ava disergap dengan banyak hal yang tidak terduga. Pertemuannya dengan Fido—salah satu personil The Manic Misfits, Arabel—drummer gotik yang menjadi teman sekamarnya, Sugeng—si bule Jawa. Lantas, Kai. Playboy yang menjadi pujaan seantero sekolah.

Lewat surat-surat Rae, Ava mengenal Kai. Walau pada mulanya, ia kaget, mengetahui kalau laki-laki yang dimaksud Rae dalam jurnal-jurnalnya adalah laki-laki brengsek itu. Tapi, dengan mengumpulkan segenap keberanian, Ava ingin mengetahui jawaban yang sebenarnya.

Apakah Kai sungguh-sungguh mencintai Rae?

 
 
Read More »

Me Before You ‘Sebelum Mengenalmu’ – Jojo Moyes


 
 
Judul                     : Me Before You ‘Sebelum Mengenalmu’ (Me Before You #1)
Penulis                  : Jojo Moyes
Penerjemah         : Tanti Lesmana
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Mei 2013
Tebal                     : 656 halaman
Rate                       : 5/5
 
 

“Kalau kita dilontarkan ke dalam kehidupan yang sama sekali baru—atau setidaknya didorong kuat-kuat ke dalam kehidupan orang lain, sehingga ibaratnya wajah kita menempel di jendela mereka—kita jadi terpaksa berpikir ulang tentang siapa diri kita sebenarnya. Atau seperti apa kita kelihatan di mata orang-orang lain.” –Me Before You ‘Sebelum Mengenalmu’, hlm. 104

 

Lou Clark gadis yang cerdas, cekatan, dan selalu membawa kebahagiaan. Sayangnya, nasib Lou tidak semujur yang ia bayangkan. Di tengah krisis finansial yang tengah menimpa keluarga. Rumah sempit keluarga Clark kini semakin ramai bergunjing, terlebih ketika Lou pulang dan membawa kabar, kalau kafe tempatnya bekerja baru saja ditutup. Ia diberi pesangon yang cukup besar, tapi tidak cukup jika harus membiayai keluargannya.

Pekerjaan menjadi perawat pribadi mungkin tidak terlalu sulit, pikir Treena—adik perempuan Lou, sewaktu kakak perempuannya frustasi mencari pekerjaan di Bursa Tenaga Kerja. Lou tak pernah mengikuti wawancara kerja. Namun, Camilla Traynor agaknya bukan majikan yang ramah. Ia hanya perlu seseorang yang ceria untuk menjaga anak laki-laki yang mengalami quadriplegia.

Will Traynor pria yang amat murung. Setelah mengalami kecelakaan motor. Hidupnya hanya dihabiskan di atas kursi roda. Kecatatan fisiknya amat parah, pun mentalnya yang tak lagi punya semangat untuk melanjutkan hidup.

Lou bertemu Will keesokan harinya setelah Camilla Traynor setuju memperkerjakan perempuan itu untuk menjaga putranya. Perjumpaan mereka tidak mulus. Will selalu menutup diri. Bahkan tak pernah mengacuhkan keberadaannya. Namun, di balik rasa dongkolnya, Lou selalu mencoba mengerti, jika ia berada di posisi Will, pastinya ia akan bersikap sama, mengutuk segala hal untuk mengobati rasa sakit yang tak pernah kunjung reda.

Di saat Will mulai membuka diri, Lou tahu, ia tak sepatutnya mencuri dengar pembicaraan keluarga Traynor. Perutnya bergejolak mendengar keputusan Will Traynor yang melibatkan Dignitas. Kini, Lou hanya punya enam bulan untuk membujuk laki-laki itu agar tetap bersamanya.
 
 

Read More »

So, I Married The Anti-fan – Kim Eun Jeong

 

Judul                     : So, I Married The Anti-fan
Penulis                  : Kim Eun Jeong
Penerjemah         : Putu Pramania Adnyana
Penerbit               : Penerbit Haru
Terbit                    : Cetakan pertama, Maret 2012
Tebal                     : 540 halaman
Rate                       : 4/5
 
 

“Jadi, intinya, merayu anti-fan itu supaya menjadi fan kita. Dan kalau itu berhasil, kita lakukan hal yang sama ke anti-fan nomor 2, begitu seterusnya? Lalu sekitar 100 tahun lalgi, berarti semua orang di Korea ini berubah menjadi fanku, begitu?” So, I Married The Anti-fan, hlm. 82

 

 

Hu Joon memang selebriti yang kejam. Malam itu Lee Geun Yong tak sengaja menyaksikannya membentak seorang wanita di depan toilet. Wanita itu berlinang air mata dan merosot ke lantai, tepat sebelum Geun Yong mengeluarkan isi perutnya, yang lantas—tanpa sengaja—mengenai ujung sepatu sang selebriti.Hu Joon marah besar. Terlebih saat Geun Yong mengancamnya mengenai apa yang ia dengar di lorong toilet wanita. Keesokan harinya Geun Yong dipecat dari kantor berita tempatnya bekerja. Dengan alasan sepele, mengenai selebriti hipokrit itu, pimpinan redaksi menuduh Geun Yong berniat merusak reputasi mereka yang akan bekerjasama dengan selebriti paling ramah di Korea Selatan.

Geun Yong tidak terima. Dipecat secara tidak hormat, apalagi karena Hu Joon. Ia harus balas dendam. Menyusun strategi dan menjadi anti-fan anarkis yang pernah Hu Joon kenal. Usaha Geun Yong yang berdemo di depan kantor agensi Hu Joon bisa terbilang gila. Tapi, ia tidak menyerah. Malah membuatnya terkenal dan digunjingi para netizen.

Sementara Hu Joon dan manajernya tak enak hati pada Geun Yong. PD Han mencetuskan sebuah ide tentan sebuah variety show.

 

 

“Tujuannya untuk mengurangi antipati fan terhadap idolanya dengan berperan sebagai manajer dan tinggal bersama artis tersebut. Supaya anti-fan itu melihat kehidupan langsung idolanya, bukan sebagai selebriti, tetapi sebagai seorang manusia biasa.”

 

So, I Married The Anti-fan, hlm. 82

 

So, I Married The Anti-fan diperkirakan akan menyita kehidupan Lee Geun Yong selama empat bulan ke depan. Sembari diiming-imingi honor sebesar 10 juta won, perempuan itu mau tak mau jadi enggan menolak. Ia memikirkan tagihan listriknya, ibunya yang ngotot menjadikan Geun Yong petani—sama seperti saudara-saudaranya yang lain, dan Hu Joon keparat yang membuatnya dipecat.Tapi, apa yang akan terjadi seandainya selebriti yang mereka maksud adalah Hu Joon? Hu Joon dan dirinya akan tinggal di apartemen yang sama; Geun Yong mengikutinya ke mana-mana; dan setiap hari dihujani makian tak berperasaan. Glek.
 
 

Read More »

Slammed ‘Cinta Terlarang’ – Colleen Hoover

 

Judul                     : Slammed ‘Cinta Terlarang’ (Slammed #1)
Penulis                 : Colleen Hoover
Penerjemah       : Shandy Tan
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, April 2013
Tebal                     : 336 halaman
Rate                       : 4.5 / 5
 
 

“Keterbatasan itu ada untuk dilampaui.” Slammed ‘Cinta Terlarang’, hlm. 253

 

Waktu terlalu lekas berlalu, tujuh bulan lalu Layken Cohen baru saja dikejutkan oleh berita kematian sang ayah yang mendadak, kini ia terdampar di Michigan dalam U-Haul pinjaman. Layken benci Michigan. Ia menyukai Texas, tempat tinggalnya dulu. Tapi, ia tak dapat berbuat banyak; tidak ingin menyusahkan Mom dengan masalah keuangan, keluarga Cohen terpaksa harus pindah.

Layken bertemu dengan Will Cooper, tetangga barunya yang luar biasa menarik. Dengan ketampanan dan ketangkasannya, Will mengajak Layken umenghadiri Slams—sebuah pertunjukan puisi yang diadakan setiap Kamis malam di Club N9NE.

Pertemuan pertama Layken dan Will bisa jadi amat memalukan lantaran di pagi buta, perempuan itu terpelecat dan menimpa jembalang pekarangan sambil memakai sandal Darth Vader. Tapi, semua perhatian dan kata-kata Will di Slams terasa membutakan akal sehatnya. Will dan Layken menjadi amat dekat. Namun, semuanya berubah lantaran Layken tak sengaja memergoki Will mendatangi sekolah barunya.

Will tercekat; pun Layken yang terimpit perasaan dan rasa bersalah. Semenjak insiden itu, mereka tahu, mereka takkan pernah bersama. Layken berpikir tentang perasaannya, tapi ia tak boleh egois, Will punya alasan yang amat penting dan berhubungan dengan nyawa seseorang.

Sementara Layken berkelit dengan perasaan dan perjumpaannya dengan Will di sekolah; Mom rupanya menutupi rahasia di baliknya dan Kel. Mulai dari panggilan telepon, puisi romantis, dan nyatanya, Mom membual soal masalah finansial mereka. Rumah mereka di Texas pun utuh, tak berniat ia jual. Apa yang sesungguhnya Mom tutupi? Apakah ia bertemu dengan orang lain di luar sana dan hanya dalam waktu tujuh bulan, Mom melupakan Dad?

 

 

“Bukan kematian yang menonjok kalian, Layken. Kehidupan-lah yang melakukannya. Kehidupan bergulir. Hal buruk terjadi. Dan ini sangat sering terjadi. Kepada sangat banyak orang.” Slammed ‘Cinta Terlarang’, hlm. 225

 
 
Read More »

Manuskrip yang Ditemukan di Accra – Paulo Coelho

manuskrip-yang-ditemukan-di-accra

Judul                     : Manuskrip yang Ditemukan di Accra

Penulis                 : Paulo Coelho

Penerjemah       : Tanti Lesmana

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    :  2014

Tebal                     : 208 halaman

Rate                       : 4 / 5

“Mereka yang kalah adalah mereka yang tidak pernah gagal.” – hal 33

Buku ini adalah sebuah manuskrip—diceritakan kembali oleh penulis—yang mengisahkan tentang pertemuan yang diadakan di sebuah desa yang akan melakukan peperangan keesokan harinya. Seluruh penduduk desa yang belum mengungsi, para tetua agama, serta seorang Guru yang datang dari jauh berkumpul dan membicarakan tentang kehidupan.

Sang Guru yang menerima banyak sekali pertanyaan menjawab semua permasalahan mereka, tentang kekalahan, kegagalan, kekecewaan, keberuntungan, musuh, dan lain sebagainya. Kemudian memerintahkan semua yang mendengar serta mencatat apa yang tengah mereka bicarakan sekarang ini untuk terus menyebarluaskannya. Karena negeri mereka hidup di dalam kata-kata.

Ingin tahu bagaimana Sang Guru menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan yang juga sampai sekarang masih kita pertanyakan? Ayo, beli buku ini dan temukan jawabannya!

Review:

Well, resensiku kali ini kayaknya gak bakal panjang lebar seperti alur buku ini yang teramat sangat singkat, tapi secara garis besar aku menyukai buku ini. Like always, karena menyandang status penggila berat Paulo Coelho. Meskipun pada kenyataannya isi buku ini memang benar-benar terasa seperti manuskrip walaupun Paulo Coelho mencoba membuatnya sedikit interaktif dan memiliki alur sih.

Banyak sekali pembelajaran tentang kehidupan yang bisa kalian temukan di dalam buku ini. Beberapa peresensi mungkin akan menganggap buku ini adalah buku berat, tapi entah kenapa aku merasa buku ini tidaklah berat sama sekali. Buku ini cukup ringan dan mudah dicerna, namun juga mudah dilupakan, hahaha. Buku ini seolah-olah menasihati kita, dan jika kalian membacanya keras-keras mungkin akan terdengar seperti ibu kita. And tell me, seberapa banyak nasihat ibu kita yang kita ingat sampai sekarang? Nyaris tidak semua kan? Karena kita menemukan apa arti hidup ini ketika kita melakukannya.

Aku telah membaca semua buku Paulo Coelho yang telah diterbitkan di Indonesia. Aku merasakan ada yang berubah dalam diriku tapi sampai sekarang aku tidak tahu bagaimana caranya untuk benar-benar berubah. Semua buku Paulo Coelho menunjukkan arah namun tak ada satu pun yang menjelaskan bagaimana caranya karena cara itu harus aku temukan sendiri karena aku bermimpi dan itu mimpiku.

Hehehe, wah, malah curcol (semoga gak digetok Kak Azura) akhir kata empat bintang untuk buku ini ya. Buku ini sangat cocok bagi kalian punya banyak sekali pertanyaan dalam hidup karena buku ini pasti akan menjawabnya!

The Devil and Miss Prym – Paulo Coelho

Iblis_dan_Miss_Prym

Judul                     : The Devil and Miss Prym

Penulis                 : Paulo Coelho

Penerjemah       : Rosi L. Shimamora

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    :  Cetakan kelima, September 2013

Tebal                     : 256 halaman

Rate                       : 3/5

“Baik dan buruk memiliki wajah yang sama; semua bergantung dari kapan keduanya melintas di dalam kehidupan seorang manusia.” – Hal 56

Viscos adalah sebuah desa kecil di lereng gunung yang para warganya hidup dengan begitu tentram. Meski menjadi satu-satunya desa yang mempertahankan keasliannya serta tradisi-tradisi masa lalu, Viscos ternyata memiliki masalah besar yang hanya diketahui oleh penduduknya, yaitu: hilangnya generasi penerus.

Viscos hanya ditinggali oleh orang-orang tua, sementara generasi muda mereka telah pergi ke kota-kota besar dan tinggal di sana. Hanya ada seorang wanita muda di Viscos yaitu Chantal Prym. Ia sebatang kara, hidupnya hanya bergantung pada penghasilan kecilnya di satu-satunya hotel di Viscos. Ia selalu berharap suatu hari nanti ada seseorang yang mau mengajaknya pergi dari desa kecil itu seperti teman-temannya, namun seseorang itu tak kunjung datang dan ia pun mulai putus asa.

Sampai suatu hari, Berta—seorang janda tua yang kerjanya hanya duduk termenung di depan rumahnya—melihat seorang pria yang mengaku dirinya turis datang ke Viscos dengan diikuti Iblis di di hatinya. Pria itu membawa sebelas batang emas di tasnya dan menginap di hotel tempat Miss Prym bekerja.

Secara terstruktur takdir Miss Prym dan pra asing itu bersinggungan tatkala Miss Prym mendapati kalau pria asing itu menyembunyikan sebelas batang emas di hutan Viscos. Pria asing itu berkata bahwa ia akan memberikan satu batang emas kepada Miss Prym dan sisanya kepada seluruh penduduk Viscos dengan satu syarat.

Dalam waktu satu minggu harus ada yang terbunuh, siapa saja, atau karena apa saja.

Miss Prym pun gentar, ia ketakutan setengah mati dengan tawaran itu. Benar, Viscos sedang terpuruk, tapi tidak mungkin penduduknya mau melakukan pembunuhan itu. Ia diperintahkan pria asing itu untuk menyampaikan kabar tentang batangan-batangan emas itu dan syarat yang diajukan, namun beberapa hari berlalu dan Miss Prym dipenuhi keragu-raguan. Hingga akhirnya Miss Prym memutuskan untuk memberitahukannya dengan kenyakinan bahwa penduduk desa pasti tidak akan memedulikan tawaran pria asing itu?

Sebenarnya, apa tujuan pria asing itu? apakah pria itu melakukan permainan itu hanya itu bersenang-senang, atau kah ada masuk tertentu tentang pembuktian apa yang baik dan apa yang jahat? Dan apakah penduduk Viscos menerima syarat mengerikan yang ditawarkan oleh pria asing itu?

Siapa yang akan dibunuh?

Mari, beli buku ini dan temukan jawabannya segera!

Review:Read More »

The Five People You Meet in Heaven – Mitch Albom

five people

Judul                     : The Five People You Meet in Heaven

Penulis                 : Mitch Albom

Penerjemah       : Andang H. Sutopo

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    :  Cetakan kedua, Oktober 2005

Tebal                     : 208 halaman

Rate                       : 3 / 5

 

“Bahwa setiap kehidupan mempengaruhi kehidupan berikutnya, dan kehidupan berikutnya itu mempengaruhi kehidupan berikutnya lagi, dan bahwa dunia ini penuh dengan kisah-kisah kehidupan, dan semua kisah kehidupan itu adalah satu.” – halaman 202

Eddie telah hidup di Ruby Pier sudah nyaris seumur hidupnya. Sejak kecil ia melihat ayahnya yang bekerja sebagai mekanik di taman bermain itu dan ikut terjun bersamanya untuk membenarkan baut-baut, memberi oli, dan memastikan seluruh wahana yang ada aman untuk digunakan oleh anak-anak.

Hingga semuanya pun berubah ketika ia memutuskan untuk pergi membela negaranya dengan menjadi tentara di medan perang. Menjadi tentara barang tentu merupakan pekerjaan yang jauh berbanding terbalik dengan yang selama ini ia lakukan di Ruby Pier. Ia pergi ke medan perang dengan semangat untuk merubah hidupnya dan berharap tidak berakhir seperti ayahnya yang seumur hidup di Ruby Pier. Namun, perang ternyata memang tak ramah, di sebuah kejadian penyekapan Eddie mengalami hal paling mengerikan di hidupnya serta harus kehilangan kemampuan berjalannya dan seumur hidup pincang.

Eddie pun kembali ke Ruby Pier dan berakhir menjadi seperti ayahnya. Sampai akhirnya ia meninggal karena kecelakaan untuk menyelamatkan seorang anak kecil.

Apa yang terjadi setelah Eddie meninggal?

Eddie menemui lima orang. Siapa saja mereka? Orang-orang yang hidupnya bersinggungan dengan Eddie secara langsung mau pun tidak. Melalui kelima orang itu Eddie mengetahui kalau sepanjang hidupnya yang membosankan dan penuh penyesalan serta rasa sakit itu ada kisah-kisah yang tak pernah Eddie tahu. Hingga akhirnya gejolak emosi tentang kenyataan-kenyataan yang tak pernah ia ketahui itu memenuhinya baru akhirnya ia bisa damai menyambut rumah Tuhan.

Apa-apa saja kisah yang tidak Eddie ketahui itu? Apa hal itu membuat segalanya berubah dan perasaannya lebih baik? Ayok, cari buku ini segera!

Review:Read More »

Looking for Alaska ‘Mencari Alaska’ – John Green

 

Judul                     : Looking For Alaska ‘Mencari Alaska’
Penulis                 : John Green
Penerjemah       : Barokah Ruziati & Sekar Wulandari
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    :  Cetakan pertama, 2014
Tebal                     : 286 halaman
Rate                       : 5 /5

 

 

“Sebelum datang ke sini, untuk waktu yang lama saya berpikir bahwa cara keluar dari labirin adalah dengan berpura-pura labirin itu tidak ada, membangun dunia kecil yang mandiri di sudut belakang jaringan simpang-siur itu dan berpura-pura bahwa saya tidak tersesat melainkan berada di rumah. Tapi itu hanya membawa saya pada kehidupan yang sepi, hanya ditemani kata-kata terakhir orang-orang yang sudah mati, jadi saya datang ke sini untuk mencari Kemungkinan Besar, mencari teman-teman sungguhan dan kehidupan yang lebih berarti.”

–Looking For Alaska, hlm. 275

 

Pemuda ceking itu bernama Miles Halter, dengan tinggi menjulang setinggi 182 sentimeter, Pada mulanya Miles bercerita tentang satu minggu preparasi Mom mengenai kepindahannya ke Culver Creek, sekolah asrama tempat Dad dulu menjalani SMA di Alabama. Semua orang boleh menuduhnya seperti itu, tetapi tujuan utamanya masuk ke Culver Creek lantaran ingin mencari apa yang disebut penyair Francois Rabelais sebagai “Kemungkinan Besar”.

Miles Halter adalah tipikal remaja pada umumnya, tanpa kenakalan, dengan perangai yang sedikit tertutup. Memang Dad telah memperingatinya mengenai larangan merokok dan minum minuman keras, tapi kepindahan Miles di kamar barunya, mengantarnya pada pertemuan dengan seorang Chip Martin, yang serta-merta memanggilnya dengan julukan “Pudge—lemak tubuh”. Chip adalah seorang Kolonel dari sebuah grup. Dan di grup itulah Pudge bertemu dengan Alaska Young, yang menawan, seksi, pintar, lucu, sangat memikat, sangat kacau, sangat menikmati rokok, minuman keras, dan seks.

Bertemu dengan Alaska seolah membuat kehidupan seorang Pudge jungkir balik. Semuanya tak lagi sama. Tidak dengan sebuah paradigma mencetak skor terbaik pada ujian-ujian sekolah dan tidak memikirkan mengenai aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar di Culver Creek. Alaska berhasil menarik Pudge masuk ke dalam dunianya yang semrawut, bebas, liar, dan penuh euforia. Hingga suatu ketika, sebuah insiden besar dan tiba-tiba membuat mereka menjadi bertanya-tanya, sesungguhnya seberapa jauhkah mereka telah mengenal satu sama lain? Mungkin Alaska Young tidak seceriwis itu. Mungkin juga tidak seceria yang terlihat. Lantas, mengapa ia memilih jalan yang pelik untuk menuntaskan hal yang seharusnya belum tuntas?

Read More »

Ciuman di Bawah Hujan – Lan Fang

ciuman

Judul                     : Ciuman di Bawah Hujan

Penulis                 : Lan Fang

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : Maret, 2010

Tebal                     : 360 halaman

Rate                       : 4/5

“Ternyata sakit bisa jadi nikmat jika kita tahu bagaimana caranya mengubahnya.” – hal 97

Fung Lin adalah seorang wartawati yang hidupnya tanpa sengaja bersinggungan dengan Ari dan Rafi. Kedua pria itu merupakan salah dua dari para manusia yang menghuni gedung Senayan. Bersama Ari, Fung Lin menemukan keceriaan dan persahabatan yang begitu erat hingga membuatnya benar-benar merasa nyaman berada di dekat pria itu. Sementara bersama Rafi, Fung Lin justru menemukan kekacauan hati yang bernama cinta.

Kemunculan kedua pria itu membangkitkan kenangan-kenangan masa lalu Fung Lin yang sudah lama terpendam dalam-dalam. Luka-luka yang dulu ada akibat gambaran pahitnya tentang para pejabat, bapak presiden, pemilu, dan kerusuhan hebat di negeri ini yang sempat meluluhlantahkan hidup gadis-gadis bermata kuaci seperti dirinya pun terkuak.

Fung Lin mulai dihatui mimpi-mimpi aneh, tapi kebanyakan ia bermimpi tentang Rafi—pria yang ia kenal jauh sebelum kehidupannya yang sekarang. Ia menceritakan mimpi-mimpi anehnya serta firasa-firasat  tidak baik yang menakut-nakutinya kepada Rafi, tapi pria itu hanya menanggapinya dengan tenang sembari mencoba untuk realistis.

Tapi mimpi-mimpi itu tak mau pergi, mimpi itu terus datang hingga akhirnya Fung Lin mengerti mengapa mimpi-mimpi terus menghantuinya. Melalui penyerangan tikus-tikus di rumah makan tempatnya bekerja setelah ia memutuskan berhenti sebagai seorang wartawati dan hamster peliharaannya yang memakan anaknya sendiri, Fung Lin disadarkan tentang betapa bobroknya dunia politik dan ia tidak mau pria yang ia cintai hancur termakan dunia yang keji itu.

Review:Read More »

Sang Penyihir dari Portobello – Paulo Coelho

Sang-penyihir-dari-Portobello

Judul                     : Sang Penyihir dari Portobello

Penulis                 : Paulo Coelho

Penerjemah       : Olivia Gerungan

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    :  Cetakan kelima, November 2013

Tebal                     : 304 halaman

Rate                       : 3 / 5

“Kau adalah apa yang kau percayai tentang dirimu sendiri” – Penyihir dari Portobello, hal 176

Sherine Khalil, atau biasa menyebut dirinya sendiri Anthena, menyadari kalau ia berbeda bahkan sejak ia masih kanak-kanak. Tumbuh sebagai anak seorang duta besar yang dibesarkan secara Katolik dengan taat, Sherine menjadi gadis yang cantik dan cerdas. Ia begitu dilimpahi kasih sayang oleh kedua orangtuanya, hingga tak mungkin anak yang begitu sempurna ternyata dikemudian hari menjadi begitu pembangkang dan keluar dari jalur yang sudah orangtuanya siapkan.

Dimulai dari kenyataan bahwa Sherine adalah seorang anak angkat yang diambil oleh orangtuanya di sebuah panti asuhan kumuh yang berada di daerah sengketa. Pemilik panti asuhan mengatakan bahkan Sherine adalah anak seorang gipsi, tapi ibu angkat Sherine tidak peduli dan merasa bayi itu sudah ditakdirkan sebagai anaknya. Tapi Sherine menerima kenyataan itu dengan tenang dan bilang kalau orangtua angkatnya tetap menjadi keluarganya yang tak tergantikan.

Kemudian, keanehan Sherine semakin menjadi-jadi dengan keinginan  Sherine untuk menikah muda dengan kekasihnya. Ia ingin memiliki seorang anak, hanya itu yang ia katakan ketika ditanya mengapa ia menikah muda. Akibatnya pernikahan yang premature itu tak berlangsung lama, segera setelah Sherine memiliki anak, ia terlalu sibuk mengurus anak laki-lakinya yang diberi nama Viorel itu, sementara suaminya mulai stres dengan kuangan dan biaya yang semakin menekan. Hingga keharmonisan keluarga mereka tidak bisa dipertahankan lagi dan akhirnya mereka pun bercerai.

Di sanalah titik dimana dunia Sherine berubah. Ia mulai mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan bayinya di sebuah bank dan menyewa sebuah tempat di dekat bank tempatnya bekerja. Lalu ia berkenalan dengan tetangganya yang memiliki sebuah perkumpulan dan mengajarinya sebuah tarian yang merupakan sebuah ritual dari masa lampau. Hingga akhirnya takdir menuntunnya menuju sebauh gagasan yang menjadikannya seorang guru spiritual paling berpengaruh di Inggris.

Okay, sekarang lanjut dengan review-ku. Read More »