[Review & Giveaway] Our Destiny – Aya NH

e158f25f9e5dfd221d12224521e22d78
 
 
Judul                     : Our Destiny
Penulis                 : Aya NH
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Juli 2015
Tebal                     : 192 halaman
Rate                       : 3 / 5
 
 

Sudah bertahun-tahun Nenek menuduh Afra sebagai penyebab kehancuran keluarga mereka, sekalipun gadis itu tak pernah tahu apa yang membuat Nenek begitu membencinya. Afra berusaha menjadi tegar. Keseharian Afra yang kelam tiba-tiba saja diterangi dengan kedatangan Radit sebagai seorang pacar. Radit hadir sebagai sosok yang membuatnya semangat bangun pagi, mengantar-jemputnya ke sekolah, pun menjadi hal yang dapat ia banggakan di depan para sahabat.

Semuanya berjalan begitu sempurna dan Afra kira ini merupakan sebuah awal yang baik. Namun, hal yang mengejutkan tiba-tiba terjadi. Radit memutuskannya secara sepihak. Memasang status berpacaran dengan mantan lamanya, Wini. Dan mencampaknya begitu saja.

Afra bingung. Dirinya yang begitu percaya diri, kembali dilanda hawa frustasi, terlebih ketika Nenek selalu menyalahkannya atas segala hal. Kemudian Ihsan—mantan pacar yang dulu berselingkuh di belakangnya—kembali hadir.

Ujian kelulusan semakin dekat. Afra mencoba berkonsentrasi untuk menentukan masa depannya, namun tidak semudah itu bagi Afra dalam melupakan Radit. Lantas, ke manakah takdir akan membawa Afra? Apakah menuju sebuah jawaban atau malah membuat permasalahannya menjadi semakin rumit?

Read More »

Love in London – Silvarani

003a569bd6958536fbf8afb6f4f59c91
 
 
Judul                     : Love in London
Penulis                 : Silvarani
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Mei 2016
Tebal                     : 206 halaman
Rate                       : 3.5 / 5
 
 

“Life isn’t about waiting for the storm to pas, it’s about learning to dance in the rain. Right?”Love in London, hlm. 34

 

Memang tidak mudah untuk melupakan masa lalu bagi Bintang Ilham Prayoga, setelah diputuskan sepihak oleh perempuan yang ia cintai, kini Bintang berusaha untuk kembali bangkit dan mengambil kesempatan kedua untuk bersekolah di London. Entah ia sengaja atau tidak, tapi ia selalu ingat impian perempuan itu untuk bersekolah S-2 di kota yang kini dipijaknya.

London merupakan kota kuno yang cantik, namun tak ayal London pun ikut menariknya menemui perempuan itu—perempuan yang tak pernah ia bayangkan untuk bertemu kedua kali. Sementara terlena dengan perdebatannya di masa lalu, Bintang pun harus memilih di antara dua gadis lain yang tengah mengetuk hatinya.

Diguncang perbedaan kultur dan agama antara London dan Indonesia, Bintang berusaha teguh pada iman dan mendengarkan nasihat sang bapak. Namun, untuk menunggu kedatangan gadis yang tepat, Bintang tak bisa lagi mengulur waktu; seseorang mungkin saja bisa terluka lebih dalam di seberang sana.

Read More »

Sang Guru Piano – Elfriede Jelinek

sang_guru_piano
 
 
Judul                     : Sang Guru Piano
Penulis                  : Elfriede Jelinek
Penerjemah         : Arpani Harun
Penerbit               : Kepustakaan Populer Gramedia
Terbit                    : Cetakan ketiga, Februari 2016
Tebal                     : 296 halaman
Rate                       : 4.5/5
 
 

“Erika senang memikirkan Walter Klemmer, remaja tampan berambut pirang, yang belakangan ini datangpaling awal di bagi hari dan pulang paling akhir di malam hari.”Sang Guru Piano, hlm. 29

 

Sekilas semuanya nampak baik-baik saja, Profesor Erika Kohut datang mengajar di siang hari pada Konservatori Wina. Pekerjaannya mapan dan seluruh energinya ia habiskan untuk menciptakan alunan musik indah di koridor konservatori. Lantas, siapa yang tahu jika ia menyimpan semuanya rapat-rapat seperti mengunci lemari pakaiannya jauh dari cengkeraman Sang Ibu.

Ketika malam turun, Erika mulai meniti langkahnya menuju gang becek di pinggiran Kota Wina. Erika tak peduli lagi jabatan dan martabatnya sebagai seorang guru, ia adalah seorang penggemar tontonan seks sadomasokis dan peep show. Tempat yang sesuai untuk melampiaskan hasrat seksualnya yang terpendam di bawah kecaman Sang Ibu.

Adalah Walter Klemmer, pria berambut pirang dan baru seumur jagung, yang sekonyong-konyong mendaftarkan diri menjadi murid sang guru piano. Klemmer bisa memang punya senyum yang manis, namun di balik senyumnya, hasrat seksualnya ia panjatkan tinggi-tinggi untuk sang Frau Profesor. Klemmer hanya ingin Erika melihat dirinya sebagai seorang yang cantik, sebaliknya Kohut malah menganggap dirinya sehina Sang Ibu. Ia harus dihukum. Melalui surat, Erika menuliskan hal-hal yang ia inginkan selama ini.

 
 
Read More »

Love in Blue City – Irene Dyah

dd2deb2c0c58d37196f7fb039e12e4d2
 
 
Judul                     : Love in Blue City
Penulis                 : Irene Dyah
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Mei 2016
Tebal                     : 236 halaman
Rate                       : 3.5 / 5
 
 

“Chefchaouen. Nama resmi kota kecil penuh pesona ini.”Love in Blue City, hlm. 2

 

Antara senang dan panik, Nada tak bisa mendeskripsikan suasana hatinya ketika Haykal, pemuda yang membuat liburannya ke Marakesh berantakan, mengajaknya bertemu. Sesuai dengan saran Hakyal kala itu, Nada memberanikan diri terbang ke Chefchaouen sehabis berkunjung ke Casablanca.

Kota itu memang biru. Sebiru hatinya ketika mendapati Haykal tak seorang diri. Namanya Noemie Anderson, seorang model belasteran Eropa dan Maroko. Tingginya jelas menjulang, hidungnya bangir, mirip wajah-wajah di teve yang melenggak-lenggok di lintasan catwalk. Haykal dan Noemie sudah berkenalan lebih lama dari yang Nada ketahui. Keduanya datang ke Chefchaouen dengan sebuah tujuan bisnis, ingin membuka butik sekaligus restoran.

Nada mulanya terlalu berharap besar, kendati benci dengan segala kepelikan Haykal, namun hati kecilnya selalu ingin menatap wajah tampannya. Sayang, liburan kala itu malah ketambahan satu kargo yang enggan lepas dari tubuh Haykal. Ke mana Haykal pergi, Noemie pasti akan berada di sana.

Dilingkupi perasaan tak berdaya Nada mencoba melupakan rasa cemburunya. Namun, tanpa disangka kehadiran Noemie di antara mereka bukan semata-mata ingin membakar amarahnya. Noemie yang merupakan model kelas dunia, malah menaruh minat pada Nada dan cara berpakaiannya.

 
 

Read More »

Point of Retreat ‘Titik Mundur’ – Colleen Hoover

84-2bpoint2bof2bretreat
 
 
Judul                     : Point of Retreat ‘Titik Mundur’ (Slammed #2)
Penulis                  : Colleen Hoover
Penerjemah         : Shandy Tan
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Februari 2012
Tebal                     : 352 halaman
Rate                       : 4/5
 
 

“Seorang pemuda boleh-boleh saja mengatakan cinta pada gadis yang dicintainya sampai mukanya biru. Kaa-kata tidak berarti apa pun bagai seorang perempuan bila kepalanya dipenuhi keraguan. Kau harus menunjukkan cintamu padanya.”Point of Retret ‘Titik Mundur’, hlm. 186

 

Sepeninggal Julia, Layken mau tak mau harus menjadi dewasa sebelum waktunya. Ia tak bisa meniru gaya pacaran orang banyak, bercumbu mesra, selalu mendahulukan kepentingannya. Layken memiliki Kel. Begitu juga dengan Will, yang memiliki Caulder. Sebagai tetangga yang baik, pun pacar yang memahami, keduanya saling bahu-membahu menolong.

Keadaan rumah menjadi semakin sesesak dan seru dengan kedatangan tetangga baru di koridor jalan. Will dan Layken tak malu-malu lagi menunjukkan hubungan mereka di depan para adik. Namun, tanpa disangka kehadiran Vaughn, mantan pacar Will, yang tak terduga malah membuat rencana penantian Will berantakan. Layken memilih jalan paling menyakitkan, mereka terpaksa harus berpisah.

Will tak rela melepaskan gadis yang amat dicintainya begitu saja. Will bertekad memenangkan hati Layken dengan puisi. Akan tetapi, saat Layken telah memaafkannya. Hal yang lebih besar datang dan menguji hubungan mereka untuk kesekian kali.

Bukan Will namanya jika mudah menyerah. Namun, kali ini apa lagi yang harus ia perbuat?

 
 

Read More »

[Review & Giveaway] The Unbroken Vow – Kezia Evi Wiadji

25c55beda08b171ccd789a884cbf74dd
 
 
Judul                     : The Unbroken Vow
Penulis                 : Kezia Evi Wiadji
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Agustus 2015
Tebal                     : 232 halaman
Rate                       : 3.5 / 5
 
 

“Kamu pasti bisa melewatinya. Dan kami pasti sudah tahu, ada Tuhan yang lebih besar dari semua masalah.”The Unbroken Vow, hlm. 188

 

Nyaris semua hal telah Ivy Sutedja taklukan. Keluarga, pekerjaan, dan juga pasangan hidup. Namun, di tengah kesibukannya menangani orderan dari bisnis bridal, kehidupannya dengan Ethan Wicaksana seketika disusupi oleh orang ketiga. Miss Sally yang seharusnya menjadi guru dan pembimbing putri mereka di sekolah, tak ayal malah terseret menjadi materi pertengkaran mereka.

Hannah, sahabatnya, menganjurkan Ivy untuk move on dan mencari pria yang lebih baik. Namun, ketika pertemuannya dengan Max mulai membuahkan respons manis. Ivy malah kembali diteror ketakutan masa lalu. Ia tak ingin bernasib seperti ibunya. Meninggalkan putri semata wayang mereka menangis begitu saja.

Ivy berusaha menutupi ketakutan itu sekuat hati. Mendekati Max untuk sebuah kehidupan baru, namun, semakin Ivy mengubur semuanya dalam-dalam. Ethan mulai menuai curiga atas hasil pemeriksaan kesehatan yang ditemukannya pada ruang kerja Ivy.

 
 

Read More »

Di Tanah Lada – Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

8b2677838e02c32c8e385056179a99df
 
 
Judul                     : Di Tanah Lada
Penulis                 : Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Agustus 2015
Tebal                     : 244 halaman
Rate                       : 4 / 5
 
 

“Jadi, semua orang adalah satu orang. Kata Mas Alri, makanya setiap kamu melukai orang, kamu melukai diri sendiri juga. Dan, setiap kamu membuat orang senang, kamu membuat kamu sendiri senang.”Di Tanah Lada, hlm. 141

 

Hari Rabu tanggal 26 Juni 2013 kakek Kia meninggal. Salva—yang lebih sering dipanggil Ava—sekeluarga pindah ke Rusun Reno. Mama menangis, tapi tidak dengan Papa. Entah gerangan apa yang membuat Papa bahagia. Katanya ia kaya.

Rusun Reno bukan tempat yang elok seperti rumahnya dulu. Anak-anak tangganya berjamur, pintu-pintunya pun nyaris bobrok, tapi bukan itu yang terpenting bagi Papa. Kendati lokasinya di pelosok gang, namun Rusun Reno dekat sana ada kasino terkenal. Tempat Papa akan berjudi sepuasnya.

Kakek Kia, papanya Papa, pernah memberi Ava kamus Bahasa Indonesia, sejak itu, Ava yang berumur enam tahun selalu saja mencari kata-kata sukar yang ia temukan di antara pembicaraan Papa dan Mama. Namun, kendati pintar berbahasa Indonesia, Papa selalu saja menganggap Ava seperti ludah—tidak berguna.

Sedari pindah ke Rusun Reno, Ava bertemu dengan P. Namanya tidak banyak memuat huruf, melainkan hanya P. Ava pernah bertanya, apakah P benar-benar tak punya nama lain? Namun, P bilang, Papa P memang tidak ingin memberikan nama untuk anaknya.

Jika Ava tidur di dalam koper; P tidur di permukaan kardus di bawah wastafel. Ava sering menerka, kalau Papa P dan Papa selalu memperlakukan mereka dengan semena-mena, lantas apakah semua Papa di seluruh dunia memang seperti monster?

 
 
Read More »