[Review & Giveaway] The Unbroken Vow – Kezia Evi Wiadji

25c55beda08b171ccd789a884cbf74dd
 
 
Judul                     : The Unbroken Vow
Penulis                 : Kezia Evi Wiadji
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Agustus 2015
Tebal                     : 232 halaman
Rate                       : 3.5 / 5
 
 

“Kamu pasti bisa melewatinya. Dan kami pasti sudah tahu, ada Tuhan yang lebih besar dari semua masalah.”The Unbroken Vow, hlm. 188

 

Nyaris semua hal telah Ivy Sutedja taklukan. Keluarga, pekerjaan, dan juga pasangan hidup. Namun, di tengah kesibukannya menangani orderan dari bisnis bridal, kehidupannya dengan Ethan Wicaksana seketika disusupi oleh orang ketiga. Miss Sally yang seharusnya menjadi guru dan pembimbing putri mereka di sekolah, tak ayal malah terseret menjadi materi pertengkaran mereka.

Hannah, sahabatnya, menganjurkan Ivy untuk move on dan mencari pria yang lebih baik. Namun, ketika pertemuannya dengan Max mulai membuahkan respons manis. Ivy malah kembali diteror ketakutan masa lalu. Ia tak ingin bernasib seperti ibunya. Meninggalkan putri semata wayang mereka menangis begitu saja.

Ivy berusaha menutupi ketakutan itu sekuat hati. Mendekati Max untuk sebuah kehidupan baru, namun, semakin Ivy mengubur semuanya dalam-dalam. Ethan mulai menuai curiga atas hasil pemeriksaan kesehatan yang ditemukannya pada ruang kerja Ivy.

 
 

Read More »

[Blogtour & Giveaway] Remember Amsterdam – Vira Safitri

3cb66722de63219c322d856a463b14c9
 
 
Judul                     : Remember Amsterdam
Penulis                 : Vira Safitri
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, Februari 2016
Tebal                     : 328 halaman
Rate                       : 4 / 5
 
 

“Cinta itu abadi, tapi bisa berpindah. Berpindah ke hati yang lebih menghargainya.”Remember Amsterdam, hlm. 78

 

Amy hanya ingin menikah dengan sosok yang dicintainya. Bukan semata-mata dijodohkan atas nama orang tua yang tak pernah ia temui delapan tahun lamanya. Keputusannya sudah bulat. Namun, hati Amy tetap tidak tenang. Setelah merencanakan hal gila dengan Karen, kini ia harus menghadapinya sendiri. Duduk di ruang tunggu Bandara Heathrow sambil meredam phobia terbangnya.

Kegaduhan itu datang begitu saja. Saat seorang penyanyi Amerika—Liam Sparks, duduk tak jauh dari dirinya. Amy tidak begitu tertarik dengan perjumpaan pertamanya dengan penyanyi asing itu.

Tetapi, akibat ulah bodoh yang membuatnya terkunci di kamar mandi. Tak ayal mereka pun bertatap muka dan mendarat di kursi penumpang yang bersebelahan. Amy memperkenalkan diri sebagai Amy, si asisten kurator seni. Bukan sebagai Amy Maycott. Sedangkan, Liam malah bersikap santai tanpa tahu bahwa dirinya baru saja membuat kekacauan di media sosial.

Liam Sparks menganggap Amy sebagai perempuan yang luar biasa. Lewat perbincangan mereka di pesawat, Liam menjadi semakin penasaran dengan perempuan itu. Rencananya untuk menghampiri Tilburg berakhir di Kota Amsterdam. Mengejar sosok Amy yang membuatnya selalu berdebar-debar.

Read More »