Guilty Pleasure – Christian Simamora

21942347

Judul                     : Guilty Pleasure

Penulis                 : Christian Shimamora

Penerbit              : Gagas Media

Terbit                    :  2014

Tebal                     : 410 halaman

Rate                       : 4 / 5

“Aku akan selalu ada untukmu. Aku rela menunggu—because you’re the only one that worth waiting for.” – Julien Ang to Devika Kirnandita, hal. 383

Kisah ini di mulai dengan adegan paling klasik sejagat raya dunia per-FTV-an Indonesia.

Tabrakan.

Suatu hari, seorang aktris spesialis karakter antagonis mengalami hari tersial—sekaligus hari yang kelak akan disyukurinya seumur hidup—ketika tanpa sengaja menumpahkan Americano ke celana jinsnya saat mengendarai mobilnya yang menabrak bemper mobil mahal di lampu merah. Devika Kirnandita pun terpaksa membatalkan undangan menghadiri launching ulang buku yang menjadikan dirinya pemeran utama dalam adaptasi filmnya, dan berurusan dengan si pemilik mobil yang ia tabrak, yaitu Julien Ang.

Urusan yang Dev kira bisa ia selesaikan dengan cara menangis dan memohon ampun ternyata tidak berhasil. Dev tetap harus mengganti bemper mobil yang rusak itu dan melanjutkan perkara ini sampai ia menemani Julien Ang—yang ternyata adalah seorang CEO sebuah perusahaan buah bernama BOTE (Beauty of The Earth)—ke bengkel.

Sebenarnya sejak awal Dev melihat sosok pria ‘matang’ (karena Dev tak suka memanggil pria itu Om-Om) itu saat keluar dari mobil, wanita itu sudah merasakan desiran aneh pada Julien. Pria berambut garam merica itu bahkan mampu membuat tubuhnya kepanasan hanya dengan berada di sekitarnya. Dan ternyata, yang merasakan hal itu tidak hanya Dev, Julien pun merasakan hal yang sama persis seperti yang Dev rasakan.

Rasa tertarik.

Maka, tatkala berjanji temu di bengkel yang akan membenarkan bemper mobil belakang Julian ditepati. Dev maupun Julien pun akhirnya mampu mencarikan suasa kaku di antara mereka, bertukar tawa juga desiran-desiran aneh di dada. Namun sayangnya, setelah pertemuan di bengkel itu ada jeda beberapa bulan ketika Dev dan Julien tak saling bertemu. Mereka kira rasa-rasa yang mereka dapatkan di awal itu tidaklah nyata, mungkin hanya letupan kecil karena masing-masing dari mereka tengah dilanda gulana. Tapi ternyata takdir kembali menyilangkan hidup mereka tatkala secara tidak sengaja mereka kembali bertemu di sebuah acara yang diadakan oleh Pamela Ang—desainer terkenal pun ternyata adalah sepupu Julien Ang—dan kembali teringat dengan getaran-getaran yang dulu sempat mereka rasakan.

Sayang, pertemuan kembali itu ternyata harus dirundung tangis tatkala Dev tidak hanya diberi kejutan oleh Tuhan hari itu dengan bertemu dengan mantan terindahnya—Heze—yang ternyata datang ke sana dengan pacar barunya.

Hati Dev yang belum sembuh benar akibat luka yang di berikan oleh Heze langsung memerintahkannya untuk kabur dan meninggalkan pesta. Tapi ternyata ia tak pergi sendiri. Ada orang lain yang mengejarnya dan orang itu adalah Julien! Mana ada lelaki yang tahan melihat seorang wanita menangis seperti itu? dan Julien pun memberikan Dev penghiburan atas segala rasa sakitnya akan masa lalu.

Tapi, apakah hubungan indah antara CEO tampan dan aktris cantik ini bisa berjalan mulus seperti malam-malam indah yang mereka tukar bersama? Ataukah akan ada kejutan lain yang akan Dev temukan dari diri Julien yang ternyata punya seseorang yang ia puja sepenuh hati di  lubuk hatinya paling dalam? Mari temukan sendiri di dalam buku ini!

Read More »