Extraordinary Means – Robyn Schneider

  

Judul                     : Extraordinary Means
Penulis                 : Robyn Schneider
Penerbit              : Katherine Tegen Books
Terbit                    : Cetakan pertama, Mei 2015
Tebal                     : 324 halaman
Rate                       : 4 / 5

  

“Art is pain. And so is life.” Extraordinary Means, hlm. 23

 
 
Lane sudah memetakan hidupnya yang nyaris sempurna. Menghabiskan waktu dengan Hannah; mengikuti ujian saringan masuk untuk Universitas Stanford. Tapi, tidak dengan rencana B yang datang tiba-tiba. Diagnosis dokter mengatakan Lane terkena penyakit tuberkolosis kronis, yang membuatnya harus dikarantina selama beberapa bulan.

Hidupnya hancur. Latham House merupakan mimpi buruknya. Terlebih Dr. Barons melarangnya untuk belajar, alih-alih, ia berkeras harus mencetak skor terbaik untuk ujian saringan masuk Standford.

Di hari pertamanya menginjakkan kaki ke sanitorium itu, Lane bertemu dengan seorang gadis eksentrik dan luar biasa percaya diri, bernama Sadie.

Bukan seseorang yang ia harapkan bertemu untuk kedua kali. Ia ingat Sadie ketika tiga belas tahun dulu; Sadie dan Lane mendatangi kemah musim panas sama seperti anak-anak seumur mereka lainnya.

Tapi, apa yang membuat Sadie enggan berbicara dan menghindari Lane di Latham House? Sementara Lane begitu penasaran dengan sosok Sadie yang dulu hanya dipandanginya dari jauh.

  

Read More »

Slammed ‘Cinta Terlarang’ – Colleen Hoover

 

Judul                     : Slammed ‘Cinta Terlarang’ (Slammed #1)
Penulis                 : Colleen Hoover
Penerjemah       : Shandy Tan
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    : Cetakan pertama, April 2013
Tebal                     : 336 halaman
Rate                       : 4.5 / 5
 
 

“Keterbatasan itu ada untuk dilampaui.” Slammed ‘Cinta Terlarang’, hlm. 253

 

Waktu terlalu lekas berlalu, tujuh bulan lalu Layken Cohen baru saja dikejutkan oleh berita kematian sang ayah yang mendadak, kini ia terdampar di Michigan dalam U-Haul pinjaman. Layken benci Michigan. Ia menyukai Texas, tempat tinggalnya dulu. Tapi, ia tak dapat berbuat banyak; tidak ingin menyusahkan Mom dengan masalah keuangan, keluarga Cohen terpaksa harus pindah.

Layken bertemu dengan Will Cooper, tetangga barunya yang luar biasa menarik. Dengan ketampanan dan ketangkasannya, Will mengajak Layken umenghadiri Slams—sebuah pertunjukan puisi yang diadakan setiap Kamis malam di Club N9NE.

Pertemuan pertama Layken dan Will bisa jadi amat memalukan lantaran di pagi buta, perempuan itu terpelecat dan menimpa jembalang pekarangan sambil memakai sandal Darth Vader. Tapi, semua perhatian dan kata-kata Will di Slams terasa membutakan akal sehatnya. Will dan Layken menjadi amat dekat. Namun, semuanya berubah lantaran Layken tak sengaja memergoki Will mendatangi sekolah barunya.

Will tercekat; pun Layken yang terimpit perasaan dan rasa bersalah. Semenjak insiden itu, mereka tahu, mereka takkan pernah bersama. Layken berpikir tentang perasaannya, tapi ia tak boleh egois, Will punya alasan yang amat penting dan berhubungan dengan nyawa seseorang.

Sementara Layken berkelit dengan perasaan dan perjumpaannya dengan Will di sekolah; Mom rupanya menutupi rahasia di baliknya dan Kel. Mulai dari panggilan telepon, puisi romantis, dan nyatanya, Mom membual soal masalah finansial mereka. Rumah mereka di Texas pun utuh, tak berniat ia jual. Apa yang sesungguhnya Mom tutupi? Apakah ia bertemu dengan orang lain di luar sana dan hanya dalam waktu tujuh bulan, Mom melupakan Dad?

 

 

“Bukan kematian yang menonjok kalian, Layken. Kehidupan-lah yang melakukannya. Kehidupan bergulir. Hal buruk terjadi. Dan ini sangat sering terjadi. Kepada sangat banyak orang.” Slammed ‘Cinta Terlarang’, hlm. 225

 
 
Read More »

The Five People You Meet in Heaven – Mitch Albom

five people

Judul                     : The Five People You Meet in Heaven

Penulis                 : Mitch Albom

Penerjemah       : Andang H. Sutopo

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    :  Cetakan kedua, Oktober 2005

Tebal                     : 208 halaman

Rate                       : 3 / 5

 

“Bahwa setiap kehidupan mempengaruhi kehidupan berikutnya, dan kehidupan berikutnya itu mempengaruhi kehidupan berikutnya lagi, dan bahwa dunia ini penuh dengan kisah-kisah kehidupan, dan semua kisah kehidupan itu adalah satu.” – halaman 202

Eddie telah hidup di Ruby Pier sudah nyaris seumur hidupnya. Sejak kecil ia melihat ayahnya yang bekerja sebagai mekanik di taman bermain itu dan ikut terjun bersamanya untuk membenarkan baut-baut, memberi oli, dan memastikan seluruh wahana yang ada aman untuk digunakan oleh anak-anak.

Hingga semuanya pun berubah ketika ia memutuskan untuk pergi membela negaranya dengan menjadi tentara di medan perang. Menjadi tentara barang tentu merupakan pekerjaan yang jauh berbanding terbalik dengan yang selama ini ia lakukan di Ruby Pier. Ia pergi ke medan perang dengan semangat untuk merubah hidupnya dan berharap tidak berakhir seperti ayahnya yang seumur hidup di Ruby Pier. Namun, perang ternyata memang tak ramah, di sebuah kejadian penyekapan Eddie mengalami hal paling mengerikan di hidupnya serta harus kehilangan kemampuan berjalannya dan seumur hidup pincang.

Eddie pun kembali ke Ruby Pier dan berakhir menjadi seperti ayahnya. Sampai akhirnya ia meninggal karena kecelakaan untuk menyelamatkan seorang anak kecil.

Apa yang terjadi setelah Eddie meninggal?

Eddie menemui lima orang. Siapa saja mereka? Orang-orang yang hidupnya bersinggungan dengan Eddie secara langsung mau pun tidak. Melalui kelima orang itu Eddie mengetahui kalau sepanjang hidupnya yang membosankan dan penuh penyesalan serta rasa sakit itu ada kisah-kisah yang tak pernah Eddie tahu. Hingga akhirnya gejolak emosi tentang kenyataan-kenyataan yang tak pernah ia ketahui itu memenuhinya baru akhirnya ia bisa damai menyambut rumah Tuhan.

Apa-apa saja kisah yang tidak Eddie ketahui itu? Apa hal itu membuat segalanya berubah dan perasaannya lebih baik? Ayok, cari buku ini segera!

Review:Read More »