Bonus Track – Koshigaya Osamu


 
Judul                     : Bonus Track
Penulis                 : Koshigaya Osamu
Penerjemah       : Andry Setiawan
Penerbit              : Penerbit Haru
Terbit                    : Cetakan pertama, Oktober 2014
Tebal                     : 380
Rate                       : 3 / 5
 
 

“Meskipun di dunia ini ada orang-orang keji yang melakukan tabrak lari, tapi ada juga orang yang meletakkan bunga di tempat tabrak lari itu.” Bonus Track, hlm. 351

 
 

Berbicara sendiri di dalam mobil konon dapat mengusir kantuk, menurut Kusano Tetsuya. Sembari membelah gerimis yang menghantam kaca mobil, perjalanannya menuju apartemen studionya terasa lambat diwarnai celotehan info lalu lintas di radio.

Bekerja di sebuah restoran hamburger besar di kotanya, Kusano punya tanggung jawab yang banyak. Sebagai pegawai tetap ia tak bisa pulang terlebih dahulu layaknya para pegawai paruh waktu. Mulai dari pengatur jadwal dan memaklumi keteledoran para pelayan paruh waktu, ia adalah orang yang harus paling pagi tiba di restoran dan yang paling terlambat pulang.

Malam itu, saat ia pulang kerja sembari mengendarai mobilnya di tengah gerimis malam, tak ayal ia menjadi saksi penabrakan seorang remaja laki-laki. Kusano, yang awalnya dibuat kesal oleh pengendara mobil sport hitam yang nyaris menggores mobilnya, mau tak mau melompat dari balik jok.

Kusano Tetsuya berharap remaja itu baik-baik saja. Tapi, melihat keadaannya, ia pun mencoba memberikan napas buatan. Sayang, keadaan Yokoi Ryota, sang korban tabrak-lari, tidak dapat tertolong. Darah merembes keluar lewat tengkuk belakangnya. Dan Kusano yang ketakutan setengah mati, segera menghubungi ambulans.

Perjalanan pulang Kusano Tetsuya berubah menjadi bencana besar. Semalam suntuk ia harus memberikan keterangan di kantor polisi. Lantaran terlalu lama berada di bawah rintik hujan, Kusano pun terserang demam tinggi dan mengira dirinya tengah berhalusinasi, mendapati seorang anak laki-laki—Yokoi Ryota—berbaring di sofa apartemennya. Namun, apakah itu benar-benar halusinasi?

Read More »