Looking for Alaska ‘Mencari Alaska’ – John Green

 

Judul                     : Looking For Alaska ‘Mencari Alaska’
Penulis                 : John Green
Penerjemah       : Barokah Ruziati & Sekar Wulandari
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbit                    :  Cetakan pertama, 2014
Tebal                     : 286 halaman
Rate                       : 5 /5

 

 

“Sebelum datang ke sini, untuk waktu yang lama saya berpikir bahwa cara keluar dari labirin adalah dengan berpura-pura labirin itu tidak ada, membangun dunia kecil yang mandiri di sudut belakang jaringan simpang-siur itu dan berpura-pura bahwa saya tidak tersesat melainkan berada di rumah. Tapi itu hanya membawa saya pada kehidupan yang sepi, hanya ditemani kata-kata terakhir orang-orang yang sudah mati, jadi saya datang ke sini untuk mencari Kemungkinan Besar, mencari teman-teman sungguhan dan kehidupan yang lebih berarti.”

–Looking For Alaska, hlm. 275

 

Pemuda ceking itu bernama Miles Halter, dengan tinggi menjulang setinggi 182 sentimeter, Pada mulanya Miles bercerita tentang satu minggu preparasi Mom mengenai kepindahannya ke Culver Creek, sekolah asrama tempat Dad dulu menjalani SMA di Alabama. Semua orang boleh menuduhnya seperti itu, tetapi tujuan utamanya masuk ke Culver Creek lantaran ingin mencari apa yang disebut penyair Francois Rabelais sebagai “Kemungkinan Besar”.

Miles Halter adalah tipikal remaja pada umumnya, tanpa kenakalan, dengan perangai yang sedikit tertutup. Memang Dad telah memperingatinya mengenai larangan merokok dan minum minuman keras, tapi kepindahan Miles di kamar barunya, mengantarnya pada pertemuan dengan seorang Chip Martin, yang serta-merta memanggilnya dengan julukan “Pudge—lemak tubuh”. Chip adalah seorang Kolonel dari sebuah grup. Dan di grup itulah Pudge bertemu dengan Alaska Young, yang menawan, seksi, pintar, lucu, sangat memikat, sangat kacau, sangat menikmati rokok, minuman keras, dan seks.

Bertemu dengan Alaska seolah membuat kehidupan seorang Pudge jungkir balik. Semuanya tak lagi sama. Tidak dengan sebuah paradigma mencetak skor terbaik pada ujian-ujian sekolah dan tidak memikirkan mengenai aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar di Culver Creek. Alaska berhasil menarik Pudge masuk ke dalam dunianya yang semrawut, bebas, liar, dan penuh euforia. Hingga suatu ketika, sebuah insiden besar dan tiba-tiba membuat mereka menjadi bertanya-tanya, sesungguhnya seberapa jauhkah mereka telah mengenal satu sama lain? Mungkin Alaska Young tidak seceriwis itu. Mungkin juga tidak seceria yang terlihat. Lantas, mengapa ia memilih jalan yang pelik untuk menuntaskan hal yang seharusnya belum tuntas?

Read More »