Selingkuh – Paulo Coelho

tumblr_inline_ngyotvpKp91qb7t48

Judul                     : Selingkuh (Adultery)

Penulis                 : Paulo Coelho

Penerjemah       : Rosi L. Simamora

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    :  2015

Tebal                     : 320 halaman

Rate                       : 3 / 5

“Cinta bukan hanya perasaan; cinta adalah seni. Dan layaknya seni apa pun; cinta tidak hanya membutuhkan inspirasi, melainkan juga banyak  kerja keras.”hal. 230

Linda gundah. Tidurnya tak nyenyak. Ia selalu terbangun tengah malam dan pergi ke kamar anak-anaknya untuk meyakinkan dirinya sendiri kalau semua baik-baik saja. Hal itu bagai ritual melelahkan yang menghantui tiap malam Linda sejak wanita itu merasa ada yang aneh pada dirinya.

Sebenarnya, apa yang kurang dalam hidupnya?

Linda memiliki suami yang luar biasa serta anak-anak yang menjadi pusat kehidupannya. Ia memiliki pekerjaan yang hebat; tinggal di kota paling aman, tentram, dan maju seperti Jenewa. Seharusnya Linda tak memiliki alasan untuk merasa kekurangan, karena ia memiliki segalanya yang orang lain inginkan.

Namun, Linda benar-benar merasakan hal yang mengerikan itu. Jiwanya begitu hampa tapi ia wajib menunjukkan kalau dirinya bahagia karena seharusnya begitu—kepada suaminya, anak-anak, tetangga, serta semua orang. Hingga gempuran rasa itu meledak tatkala ia bertemu kembali dengan cinta pertama juga kekasih masa remajanya—Jacob Konig.

Jacob adalah seorang politisi yang tengah menapaki karir menjadi orang nomor satu di Jenewa, sementara Linda bekerja sebagai wartawan yang meliput pemilihan yang sebentar lagi berlangsung. Takdir mereka bersinggungan saat Linda harus mewawancari pria itu di ruangannya, bertukar cerita singkat tentang masa lampau, lalu berakhir dengan kejadian intim yang tak terduga.

Linda tak menyangka dirinya bisa menjadi wanita yang berani seperti itu. Selama ini ia selalu memainkan peran sebagai seorang istri dan ibu yang baik bagi keluarga serta lingkungannya. Sementara di depan Jacob, ia kembali menjadi gadis enam belas tahun yang bebas.

Pertemuannya kembali dengan Jacob membangkitkan gelora di dalam hatinya, sisi gelap yang selama ini ia pendam, naga yang terkurung mulai bangkit, dan Linda pun kembali jatuh cinta—dengan cara yang berbeda dari saat ia mencintai keluarganya.

Hidup Linda kemudian seratus delapan puluh derajat berbalik saat ia memantapkan hati untuk berselingkuh dengan Jacob. Wanita itu seperti menemukan kembali tujuannya, mimpinya, serta gairahnya untuk hidup. Perselingkuhan ini yang menyelamatkan dirinya dari kesepian yang panjang, malam-malam mengerikan karena tak bisa tidur nyenyak, dan cintanya menggebu-gebu seperti baru pertama kali tersulut. Linda menjadi sosok yang benar-benar berbeda dan ketika ia menjadi manusia yang berbeda seperti itu, Linda justru menemukan dirinya yang sesungguhnya.

Tapi, apakah hubungan ini akan terus bertahan? Apakah Linda rela menghancurkan pernikahannya yang telah berlangsung sangat lama hanya karena keegoisannya semata? Mari, simak lebih saksama bagaimana Linda mengatasi depresi serta permasalahan hidupnya yang sepertinya juga kita rasakan dalam kehidupan kita sendiri.

Review:

Aku sudah mengincar buku ini sejak Paulo Coelho menerbitkannya pertama kali pertengahan tahun 2014. Jadi, saat tahu buku ini akan menjadi buku pertama yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama di tahun 2015, aku benar-benar bersemangat dan langsung membeli buku ini sejak hari pertama terpajang di etalase. Namun, meski sudah memilikinya sejak Januari lalu, aku justru baru menyelesaikan buku ini kemarin.

Okay, skip untuk bahasan tidak penting tentang kenapa aku memerlukan waktu yang sangat lama untuk membaca buku ini. Tapi yang jelas, secara keseluruhan, buku ini bukan cangkir kopiku.

 Mari, kita bahas dari segi  idea-nya dulu. Aku selalu terkesan dengan cara penulis mengangkat sebuah tema dalam kehidupan. Nyaris di seluruh bukunya, penulis begitu memfokuskan ceritanya pada emosi-emosi manusiawi yang dimiliki oleh manusia. Dimulai dari Sang Alkemis, yang sukses besar karena mengangkat ide tentang jiwa pemimpi  pada diri setiap orang, sampai buku teranyarnya Adultery atau Selingkuh ini yang mengangkat tema perselingkuhan, pengkhianatan, cemburu, serta keluarga.

Penulis selalu berhasil mengangkat topik-topik tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Mengolah setiap bukunya menjadi begitu unik dengan dipenuhi dengan narasi-narasi serta percakapan tentang kehidupan yang secara bertahap menyembuhkan perasaan tokoh juga pembaca yang merasakan hal yang sama. Mungkin inilah yang membuat buku-buku penulis menjadi begitu diminati di seluruh dunia, meski tidak begitu bersahabat dengan para kritikus serta mereka yang menyangkal diri, karena buku-bukunya—meskipun fiksi—sangatlah manusiawi.

Terlepas dari pengangkatan idenya yang unik. Aku cukup kecewa dengan plot yang ditawarkan oleh penulis. Bukan hanya terasa lebih garing dari karya-karyanya yang sebelumnya, di beberapa bagian acapkali aku menemukan penulis masih saja mengulang-ulang ‘pesan’ atau ‘amanat’ yang pernah ia sampaikan di buku sebelumnya. Contohnya, seperti saat tokoh Linda mengulang pernyataan tokoh Maria dalam buku Sebelas Menit tentang bagaimana seks yang membuatnya merasa sangat terhina justru semakin memacu gairah. Begitu juga, saat tokoh Marianne—istri Jacob Konig—mengulang pernyataan salah satu tokoh dalam buku The Winner Stands Alone yang menyatakan kalau ia justru merasa terangsang tatkala pasangannya diinginkan oleh orang lain atau bahkan berselingkuh. Beberapa hal seperti itu justru membuat ide yang semula baru dan unik, menjadi hal yang biasa saja karena disajikan dengan cara yang sama seperti penulis menyajikan karya-karya sebelumnya.

Untuk tokohnya sendiri, aku merasa peran Linda dalam sudut pandang pertama di sini begitu kuat hingga mengambil alih peran-peran tokoh yang lain di mata pembaca. Gaya bercerita penulis pun terasa cukup baru di sini, penulis sama sekali tidak memberi Linda dialog langsung, melainkan narasi yang menceritakan dialog balasan yang Linda katakan. Jika diperhatikan, hubungan antara tokoh dan pembaca jadi sangat dekat jika menggunakan teknik ini, tapi efek buruknya seperti yang aku katakan di kalimat awal bahwa tokoh Linda seolah-olah menjadi pusat dari buku ini sehingga aku sebagai pembaca tidak bisa menikmati tokoh lain seperti Jacob, Marianne, atau bahkan suami Linda sendiri.

Disamping plot juga penokohannya. Aku juga ingin mengungkapkan alasan lain kenapa buku ingin menjadi salah satu buku yang tidak aku sukai dari satu-satunya penulis kegemaranku ini. Yaitu sasaran umur pembacanya. Buku ini memiliki sasaran pembaca “serius” yang begitu sempit, yaitu para wanita yang telah berumah tangga atau muda mudi yang tengah atau pernah berada dalam suatu hubungan. Padahal, kekuatan dalam tulisan penulis yang selama ini aku rasakan adalah menjadikan pembacanya merasa buku ini ‘gue banget!’. Sementara aku tidak menemukan perasaan ‘gue banget!’ itu tatkala membaca buku ini karena tema, plot, serta ide yang diangkat tidak pernah aku rasakan sebelumnya.

Sebagai penutup, hal-hal menarik dalam buku ini selain apa yang aku sampaikan di atas adalah cover bukunya yang cukup menggoda—sederhana tapi entah kenapa ada kesan seksi dan liar dengan judul di bawahnya ‘Selingkuh’. Kemudian selain kutipan-kutipan lama, buku ini juga punya beberapa kutipan baru yang cukup ngena di hatiku. Seperti berikut:

“Pesan kasih ada dalam caraku menjalani kehidupanku, bukan di dalam ucapan maupun perbuatanku.”hal.138

“Tanpa kasih, kita tak berharga.” hal. 139

“Satu-satunya yang mengubah kita adalah cinta.”hal. 310

 Pesan sesungguhnya dalam buku ini adalah tentang kasih. Tentang kita yang harusnya bisa lebih mengasihi hidup kita, juga tentang cinta yang tanpa pamrih, membebaskan, dan tulus. Bintang tiga untuk buku ini, satu bintang untuk ide, satu bintang untuk cover, dan satu bintang lagi untuk pesan kasihnya yang menyinari hatiku sebagai pembaca.

Advertisements

One thought on “Selingkuh – Paulo Coelho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s